PO Penjualan
1. Identitas Menu
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama Menu | PO Penjualan |
| Lokasi (Tahun NORMAL) | Sidebar → Penjualan → PO Penjualan |
| Ikon | 📋 (Clipboard) |
| Tipe Halaman | List (dengan tab multi-mode) + Form input |
| Mode Pemakaian | CRUD (Tambah, Edit, Hapus, Lihat) |
| Fitur | Tambah, Edit, Hapus, Lihat, Filter |
| Filter | Destinasi Penjualan, Jenis Produk, Status (Open/Used/Closed), Customer, Pencarian |
| Hak Akses | Lihat, Tambah, Edit: Direktur ke atas. Hapus: SuperUser. |
Menu untuk mencatat pesanan dari pelanggan (Sales Order) sebelum barang/jasa dikirim. PO menjadi titik awal alur penjualan Anda — dari sini lanjut ke pengiriman (Surat Jalan/BAST) dan penagihan (Invoice).
2. Deskripsi Singkat
PO Penjualan adalah dokumen yang Anda catat saat menerima pesanan barang atau jasa dari pelanggan. Di dalamnya Anda mencatat siapa customer-nya, produk apa yang dipesan, berapa jumlah dan harganya, ketentuan pajak (PPN/PPh), serta cara pembayaran (langsung atau bertahap/termin).
PO belum mempengaruhi pembukuan — ia hanya catatan pesanan. Pencatatan akuntansi (jurnal) baru terjadi nanti saat Invoice dibuat. Karena itu PO bebas Anda susun dan revisi selama belum dipakai dokumen lanjutan.
3. Sekilas Keunggulan
Apa yang membuat menu ini istimewa di Booku:
- Pajak & total dihitung otomatis — DPP, PPN, PPh, dan Total Tagihan terhitung sendiri dan dipastikan konsisten oleh sistem.
- PPN menyesuaikan status perusahaan — pilihan PPN terbuka jika perusahaan Anda terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP); tarif 10%/11% ikut tanggal.
- Perlakuan PPN lengkap — mendukung Dibayar, Dipungut (instansi/WAPU), Tidak Dipungut, dan Ditanggung; total tagihan menyesuaikan otomatis.
- Penomoran aman untuk banyak pengguna — nomor urut PO anti-bentrok walau banyak user menyimpan bersamaan.
- Dokumen terkunci otomatis saat dipakai — begitu PO dipakai Surat Jalan/BAST/Invoice, PO terkunci dari edit/hapus.
📖 Detail lengkap:
Keunggulan PO Penjualan di Booku
4. Kegunaan
Anda perlu memakai menu ini saat:
| Skenario | Aksi yang Dilakukan |
|---|---|
| Menerima pesanan barang/jasa dari pelanggan | Buat PO baru |
| Mencatat kesepakatan harga & pajak sebelum barang dikirim | Isi produk + ketentuan PPN/PPh di PO |
| Mengatur penjualan dengan pembayaran bertahap | Pilih metode Termin di PO |
| Merevisi pesanan yang belum diproses | Edit PO (selama status masih Open) |
| Memantau PO mana yang sudah/belum ditindaklanjuti | Lihat kolom Status (Open/Used/Closed) |
5. Pra-syarat
Sebelum membuat PO, pastikan:
| Pra-syarat | Catatan |
|---|---|
| Tahun Buku sudah dipilih sebagai aktif | Tanggal PO mengikuti tahun buku aktif |
| Customer sudah terdaftar di Data Lawan Transaksi | Lengkap dengan lokasi (dalam/luar negeri) agar filter customer & opsi sesuai |
| Status PKP perusahaan sudah diatur | Pilihan PPN (Exclude/Include) hanya terbuka bila perusahaan Anda terdaftar sebagai PKP |
| Produk/jasa yang dipesan sudah jelas | Nama, jumlah, satuan, dan harga satuan |
| Nomor PO sudah disiapkan | Nomor PO diisi manual oleh Anda (mis. sesuai format penomoran internal) |
6. Cara Mengoperasikan
6.1 Membuka Halaman & Memilih Mode
- Dari sidebar, buka Penjualan → PO Penjualan
- Pilih mode sesuai penjualan Anda: kombinasi Destinasi (Lokal / Ekspor) × Jenis Produk (Barang / Jasa / Barang & Jasa / Jasa Konstruksi). Untuk Ekspor tersedia Barang.
- Mode terbuka sebagai tab. Anda bisa membuka beberapa mode sekaligus dan berpindah antar tab tanpa kehilangan data
6.2 Membuat PO Baru
- Klik tombol Tambah di halaman
- Isi Nomor PO (diketik manual) dan Tanggal PO
- Pilih Customer lewat tombol cari — nama, PIC, dan alamat terisi otomatis
- Atur ketentuan (Term of Payment, jatuh tempo penyelesaian, dll.)
- Klik Tambah di panel produk untuk memasukkan item: nama produk, jumlah, satuan, harga satuan, diskon
- Atur pajak (Jenis PPN, Perlakuan PPN, PPh bila ada)
- Bila pembayaran bertahap, pilih Metode Pembayaran = Termin lalu isi Uang Muka / Termin 1 / Termin 2 (Pelunasan terhitung otomatis)
- Isi Catatan (wajib)
- Klik tombol Hitung — ringkasan di kanan (DPP, PPN, PPh, Total Tagihan) akan terisi. Untuk penjualan Ekspor, ringkasan tampil dalam mata uang asing (2 angka di belakang koma).
- Klik Simpan
Tombol Hitung wajib diklik sebelum menyimpan. Jika Anda mengubah produk atau angka apa pun setelah menghitung, tombol Simpan akan nonaktif sampai Anda klik Hitung lagi — ini memastikan total yang tersimpan selalu sesuai data terbaru.
Jika Nomor PO yang Anda ketik sudah pernah dipakai, sistem akan menolak dan meminta Anda memakai nomor lain.
6.3 Mengedit PO
- Klik baris PO yang ingin diubah, atau gunakan menu aksi (⋮) → Edit
- Ubah data yang diperlukan, lalu Update
PO hanya bisa diedit jika statusnya masih Open. Jika sudah Used atau Closed (sudah dipakai Surat Jalan/BAST/Invoice), opsi edit tidak tersedia. Nomor PO tidak dapat diubah saat edit.
6.4 Menghapus PO
- Gunakan menu aksi (⋮) pada baris PO → Hapus
- Konfirmasi penghapusan
Sama seperti edit, hapus hanya untuk PO berstatus Open, dan hanya dapat dilakukan oleh SuperUser.
7. Penjelasan Field/Input
7.1 Data Pesanan (Panel Kiri)
| Field | Kegunaan | Wajib? | Catatan |
|---|---|---|---|
| Nomor PO | Identitas PO | ✅ | Diketik manual; harus unik |
| Tanggal PO | Tanggal pesanan | ✅ | Mengikuti tahun buku aktif |
| Term of Payment | Tempo pembayaran (hari) | — | |
| Kode/Nama Customer | Pelanggan pemesan | ✅ | Dipilih lewat tombol cari |
| Jenis PPN | Exclude / Include / Non PPN | — | Terbuka jika perusahaan Anda PKP; terkunci Non PPN bila bukan PKP. Hanya untuk Lokal |
| Perlakuan PPN | Dibayar / Dipungut / Tidak Dipungut / Ditanggung | — | Menentukan apakah PPN menambah total |
| Kode Mata Uang | Mata uang transaksi | — | Muncul untuk Ekspor |
| Jatuh Tempo Penyelesaian | Batas penyelesaian (Hari atau Tanggal) | — | Pilih salah satu |
| Metode Pembayaran | Normal / Termin | — | Termin memunculkan field tahap |
| Catatan | Keterangan PO | ✅ |
7.2 Daftar Produk (Panel Kanan)
| Field | Kegunaan | Wajib? |
|---|---|---|
| Nama Produk | Nama barang/jasa | ✅ |
| Jumlah (Qty) | Banyaknya yang dipesan | ✅ |
| Satuan | Unit (pcs, unit, dll.) | — |
| Harga Satuan | Harga per unit | ✅ |
| Diskon (%) | Potongan per item | — |
| Total Harga | Otomatis dihitung | — |
7.3 Termin (jika Metode = Termin)
| Field | Kegunaan | Catatan |
|---|---|---|
| Basis Perhitungan | Persentase (%) atau Nominal (Rp) | |
| Uang Muka, Termin 1, Termin 2 | Besaran tiap tahap | |
| Pelunasan | Sisa setelah tahap-tahap di atas | Dihitung otomatis |
7.4 Ringkasan (Otomatis)
Jumlah Harga, Diskon, DPP (Barang/Jasa), PPN, PPh, Ongkos Kirim, dan Total Tagihan — semuanya dihitung sistem dan tidak perlu Anda isi manual.
8. Cara Kerja di Balik Layar
Saat PO disimpan, sistem menghitung ulang seluruh ringkasan pajak dan total dari data produk yang Anda masukkan — sehingga angka yang tersimpan selalu konsisten dengan rumus, bukan sekadar mengikuti tampilan. Nomor urut internal PO dijaga agar tidak bentrok walau banyak pengguna menyimpan bersamaan.
PO tidak menghasilkan jurnal. Statusnya (Open/Used/Closed) berubah mengikuti dokumen lanjutan: begitu ada Surat Jalan, BAST, atau Invoice yang merujuk PO, status naik dan PO terkunci dari perubahan.
9. Hubungan dengan Menu Lain
| Menu Terkait | Hubungan |
|---|---|
| Data → Lawan Transaksi (Customer) | Sumber daftar customer + status PPN/lokasi |
| Surat Jalan | Mencatat pengiriman barang atas PO |
| BAST | Mencatat serah-terima jasa atas PO |
| Invoice Penjualan | Penagihan; untuk PO termin, Invoice dibuat langsung dari PO |
10. Catatan & Pitfalls
| Pitfall | Penjelasan |
|---|---|
| Nomor PO ditolak | Berarti nomor itu sudah pernah dipakai. Gunakan nomor lain yang unik. |
| PO tidak bisa diedit/dihapus | Berarti status sudah Used/Closed — sudah dipakai Surat Jalan/BAST/Invoice. Hapus dulu dokumen lanjutan tersebut bila ingin mengubah PO. |
| Tombol Tambah produk tidak aktif | Pilih Customer terlebih dahulu — produk baru bisa ditambah setelah customer dipilih. |
| Opsi PPN terkunci “Non PPN” | Perusahaan Anda belum terdaftar sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak), atau transaksi Ekspor. Pilihan PPN hanya terbuka untuk perusahaan PKP. |
| Ganti customer menghapus daftar produk | Disengaja — karena ketentuan pajak bisa berbeda antar customer, daftar produk di-reset saat customer diganti. |
| Catatan wajib diisi | PO tidak bisa disimpan tanpa Catatan. |
11. FAQ
Q: Apakah saya harus membuat PO sebelum membuat Invoice? A: Tidak wajib. Invoice bisa dibuat tanpa PO (untuk penjualan insidental). PO berguna saat Anda ingin mencatat pesanan resmi terlebih dahulu, atau untuk penjualan bertahap (termin).
Q: Kenapa Total di PO tidak muncul di laporan keuangan? A: Karena PO hanya dokumen pesanan, belum dijurnal. Angka baru masuk pembukuan saat Invoice dibuat.
Q: Apa bedanya perlakuan PPN “Dipungut” dan “Dibayar”? A: “Dibayar” adalah alur normal — customer membayar PPN bersama tagihan. “Dipungut” dipakai saat customer (mis. instansi pemerintah) yang memungut dan menyetor PPN, sehingga total yang Anda tagih hanya sebesar DPP.
12. Lihat Juga
| Topik | Dokumen |
|---|---|
| Keunggulan menu ini | Keunggulan PO Penjualan |
| Menu serupa di pembelian | PO Pembelian |
Terakhir diperbarui: 25-06-2026