Buku Pengawasan Hutang PPh Pasal 21
Halaman ini mencatat semua kewajiban PPh Pasal 21 perusahaan Anda ke DJP — pajak yang dipotong saat membayar Gaji karyawan, Jasa ke Orang Pribadi (konsultan, freelance), dan Pesangon. Tagihan ter-agregate otomatis dari empat sumber transaksi, rekonsiliasi terhadap akun COA, dan Lapor SPT — semuanya dalam satu layar terpadu dengan 3 tab.
1. Identitas Menu
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama Menu | Buku Pengawasan Hutang PPh Pasal 21 |
| Lokasi (Tahun NORMAL) | Sidebar → Buku Pengawasan → Hutang Pajak → PPh Pasal 21 |
| Lokasi (Tahun LAMPAU) | Sidebar → Data Awal → Hutang → Pajak → PPh Pasal 21 |
| Tipe Halaman | List multi-tab (1 tab Ringkasan + 2 tab per Kode Setoran) |
| Mode Pemakaian | Read-only Aggregator (mode NORMAL) + Input/Edit/Hapus (mode LAMPAU) + Bayar + Lapor SPT |
| Fitur | Tambah/Edit/Hapus (LAMPAU), Bayar, Lapor SPT, Detail Gaji / Detail Pesangon / Detail Gaji dan Pesangon (label kondisional per tab), Lihat Jurnal, Export Excel |
| Filter | Tahun Pajak (default tahun aktif), Masa Pajak. Kode 100: REKAP 12 Bulan atau per bulan spesifik. Kode 401: hanya REKAP 12 Bulan. |
| Permission Hapus | Hanya user level Direktur ke atas |
2. Deskripsi Singkat
PPh Pasal 21 adalah pajak yang dipotong perusahaan saat membayar penghasilan ke Orang Pribadi — meliputi gaji karyawan, pesangon, dan jasa profesional ke konsultan/freelance/pengurus eksternal. PPh 21 di DJP dibagi menjadi 2 kode setoran:
| Kode | Objek Pajak |
|---|---|
| 100 | Gaji karyawan + Jasa Orang Pribadi (konsultan, freelance, pengurus, dll.) |
| 401 | Pesangon (pensiun, PHK, manfaat akhir masa kerja) |
Halaman ini menyatukan tracking kedua kode dalam 3 tab: tab Ringkasan (overview total) + 2 tab Kode (detail per kategori). Kode 100 di mode NORMAL mengagregat tagihan dari 4 sumber berbeda di Booku secara otomatis; Kode 401 dari Modul Gaji.
3. Sekilas Keunggulan
Apa yang membuat menu ini istimewa di Booku:
- Tagihan Kode 100 ter-agregate otomatis dari 4 sumber (Gaji, Bukti Pengeluaran, Hutang Bank, Hutang Leasing) — tidak ada konsolidasi manual.
- Bar Saldo Rekonsiliasi full functional di kedua mode (LAMPAU + NORMAL) — Selisih List vs COA langsung kelihatan setiap buka halaman.
- Dialog “Detail Gaji dan Pesangon” cerdas — mass-input 12 bulan di LAMPAU, otomatis navigate ke Modul Gaji di NORMAL.
- Drill-down 1-klik ke record sumber pembentuk tagihan bulan dengan kolom “Sumber Modul” jelas — audit cepat saat ada pertanyaan dari auditor / SP2DK.
- Lapor SPT 1-bulan-1-form sesuai pelaporan DJP (gabung Kode 100 + Kode 401), dengan auto-tag Tepat Waktu / Terlambat.
📖 Detail lengkap:
Keunggulan Hutang PPh Pasal 21 di Booku
4. Kegunaan
Anda perlu pakai menu ini ketika:
| Kapan | Untuk Apa |
|---|---|
| Bulanan setelah input gaji karyawan & pembayaran ke konsultan eksternal | Lihat agregat tagihan PPh 21 yang ter-aggregate otomatis dari 4 sumber transaksi |
| Sebelum bayar PPh 21 ke DJP | Cek sisa hutang per kode di tabel utama, lalu bayar dari menu titik tiga (⋮) |
| Setelah membayar PPh 21 ke kas negara | Catat bukti pembayaran via tombol Bayar (form Bukti Pengeluaran sudah preset DJP + Nomor BPHP) |
| Setelah lapor SPT Masa PPh 21 ke DJP | Catat tanggal lapor & status (Nihil / Pembayaran) di section Lapor SPT — auto-tag TW/TL |
| Saat audit / SP2DK | Rekonsiliasi otomatis terlihat di Bar Saldo per kode — Selisih warna oranye = perlu investigasi |
| Saat ada pertanyaan “angka bulan X kok jadi sebesar ini?” | Drill-down ke daftar transaksi pembentuk via tombol Detail Transaksi di context menu baris bulan (atau double-click baris) — lihat per record dengan kolom “Sumber Modul” |
| Tahun Buku Lampau / Data Awal | Input saldo awal historis lewat Dialog “Detail Gaji dan Pesangon” (mass-input 12×4) atau form per record |
5. Pra-syarat
Sebelum memakai menu ini, pastikan:
| Pra-syarat | Penjelasan |
|---|---|
| Tahun Buku Aktif sudah dipilih | Menu ini bekerja per tahun buku — pilih tahun di Header dulu |
| Chart of Account (COA) PPh 21 sudah ada | 2 akun terpisah: Hutang PPh Pasal 21 - Kode 100 (akun 21610) untuk Gaji + Jasa OP, dan Hutang PPh Pasal 21 - Kode 401 (akun 21611) untuk Pesangon — biasanya sudah di-setup saat registrasi |
| Transaksi sumber sudah di-input dengan benar (mode NORMAL) | Untuk Kode 100: input Gaji bulanan di Modul Gaji (potongan PPh 21 ter-isi); Bukti Pengeluaran ke konsultan/freelance ter-tag Jenis_Pajak = PPh Pasal 21, Kode Setoran = 100. Untuk Kode 401: input Pesangon di Modul Gaji kolom Pesangon |
6. Cara Mengoperasikan
6.1 Membuka Halaman & Navigasi Tab
- Buka menu PPh Pasal 21 dari sidebar.
- Default tab terbuka: Ringkasan — menampilkan total gabungan Kode 100 + Kode 401 + tabel Lapor SPT. Card ringkasan saldo per kode + total ada di bawah tabel.
- Klik tab Kode 100 atau Kode 401 untuk drill-down ke detail per kategori.
6.2 Lihat Tagihan & Rekonsiliasi (mode NORMAL — read-only aggregator)
- Buka tab Kode 100 atau Kode 401.
- Tabel menampilkan 12 baris bulan dengan kolom Nomor BPHP, Bulan, sub-kolom DPP & PPh per sumber (untuk Kode 100: DPP Gaji + PPh Gaji + DPP Jasa OP + PPh Jasa OP), Jumlah Bayar, Sisa Hutang.
- Bar Saldo di bawah filter menampilkan:
Saldo Awal (List)— sisa hutang yang di-carry-forward dari tahun laluSaldo Awal (COA) + AJP— saldo akun COA Hutang PPh 21 untuk kode tsb + AJP (Adjustment)Selisih— antara List dan COA (warna hijau = cocok, oranye = ada selisih → perlu investigasi)Total Tabel— sum semua sisa hutang di tabel saat ini
- Tagihan muncul otomatis dari 4 sumber transaksi (untuk Kode 100) atau Modul Gaji (untuk Kode 401) — Anda tidak input manual di sini di mode NORMAL.
6.3 Drill-Down ke Detail Transaksi per Bulan
Filter Masa Pajak punya dua mode:
| Mode | Yang Anda Lihat |
|---|---|
| REKAP (12 Bulan) (default) | Ringkasan 12 baris (1 baris per bulan, agregat) + baris Ketetapan Pajak. Tampilan ini ideal untuk overview tahunan, rekonsiliasi Saldo, dan tombol Bayar. |
| Bulan Spesifik (mis. Januari) | Daftar transaksi individu untuk bulan tsb (1 baris per record sumber riil). Gunakan untuk audit detail: siapa supplier-nya, dari modul mana datanya, berapa DPP & PPh-nya per record. |
3 cara masuk ke mode Bulan Spesifik dari REKAP:
| Cara | Aksi |
|---|---|
| Filter Masa Pajak | Ganti dropdown Masa Pajak dari “REKAP (12 Bulan)” → nama bulan. |
| Tombol “Detail Transaksi” | Klik ⋮ di kolom Aksi baris bulan → pilih Detail Transaksi (tombol pertama). |
| Double-click baris bulan | Klik dua kali baris bulan terkait — sama dengan tombol “Detail Transaksi”. |
Bedakan dua tombol detail:
- Detail Transaksi → drill-down ke daftar transaksi pembentuk angka di baris bulan (audit per record).
- Detail Pembayaran → buka drawer history pembayaran ke DJP untuk bulan tsb (cross-year).
Apa yang muncul di mode Bulan Spesifik:
- Mode NORMAL — Daftar agregat dari sumber riil di Booku:
- Gaji bulanan (dari Modul Gaji)
- Pembayaran ke konsultan/freelance ber-PPh 21 (dari Bukti Pengeluaran)
- Pencairan pinjaman bank yang ada biaya PPh 21 (dari Buku Pengawasan Hutang Bank)
- Pencairan leasing yang ada biaya PPh 21 (dari Buku Pengawasan Hutang Leasing)
- Kolom Sumber Modul menunjukkan dari mana data setiap baris berasal.
- Mode LAMPAU — Daftar record manual yang sudah Anda input di Data Awal.
Aksi yang tersedia di mode Detail per Bulan:
| Aksi | LAMPAU | NORMAL |
|---|---|---|
| Edit / Hapus per record | ✅ Hanya untuk record Jasa OP yang Anda input manual. Baris “Gaji” tetap disabled (lihat catatan di bawah). | ❌ Data dari sumber lain — edit dilakukan di modul asal (Modul Gaji, Bukti Pengeluaran, dll.) |
| Bayar | ❌ Hanya tersedia di mode REKAP | ❌ Hanya tersedia di mode REKAP |
Mengapa Bayar hanya di REKAP? Pembayaran ke DJP berdasarkan total tagihan per bulan per kode setoran (1 setoran via 1 Nomor BPHP), bukan per record. Pisahkan tampilan operasional (Bayar) dari tampilan audit (Detail per record).
Differensiasi visual Gaji vs Jasa OP di Kode 100 LAMPAU:
Di tab Kode 100 mode Detail per Bulan LAMPAU, baris dengan Sub Kategori “Gaji”:
- Selalu diposisikan di baris terakhir sebelum footer TOTAL.
- Background warna berbeda (warm orange) untuk menandakan sumber data & alur input berbeda.
- Tombol Edit + Hapus disabled dengan tooltip yang mengarahkan ke tombol “Detail Gaji” di toolbar.
Kenapa begitu? Gaji di-input via mass-input Dialog “Detail Gaji” (grid 12 bulan sekaligus, 1 record agregat per bulan), sedangkan Jasa OP di-input satu per satu per supplier/invoice. Edit per record di baris Gaji akan bertentangan dengan konsep mass-input aslinya — Booku mencegah user tanpa sengaja bikin data inkonsisten.
Catatan khusus tab Kode 401 (Pesangon):
Tab Kode 401 TIDAK punya mode Bulan Spesifik — filter Masa Pajak hanya opsi “REKAP (12 Bulan)”. Alasannya: Pesangon by design 1 record per bulan (LAMPAU via Dialog “Detail Pesangon”; NORMAL agregat dari Modul Gaji). Tidak ada multi-record untuk drill-down. Sebagai konsekuensi:
- Tombol “Detail Transaksi” di context menu Kode 401 tidak muncul.
- Double-click baris di Kode 401 LAMPAU → buka Dialog “Detail Pesangon” (sama dengan klik tombol di toolbar).
- Double-click di Kode 401 NORMAL → tidak ada aksi (Pesangon di-manage di Modul Gaji).
6.4 Bayar PPh 21
- Di tab Kode terkait, cari baris bulan yang punya sisa hutang.
- Klik ⋮ di kolom Aksi → pilih Bayar.
- Drawer Detail terbuka, dan form Bukti Pengeluaran langsung muncul dengan preset:
- Kategori: Pembayaran Hutang
- Peruntukan: Pembayaran Hutang Pajak
- Lawan Transaksi: DJP
- Nomor BP:
BPHP21-{KodeSetoran}-{Tahun}-{Bulan}(otomatis sesuai tab aktif)
- Isi Tanggal Bayar, Sarana Pembayaran (Bank/Cash), Jumlah → Simpan.
- Tabel utama refresh — kolom “Jumlah Bayar” dan “Sisa Hutang” update.
6.5 Input Data di Tahun Buku LAMPAU (Data Awal)
Mode LAMPAU dipakai untuk input saldo awal historis saat pertama setup Booku. Ada 2 cara input:
6.5.1 Mass-Input via Dialog “Detail Gaji” / “Detail Pesangon” / “Detail Gaji dan Pesangon”
Cara paling efisien untuk input Gaji + Pesangon 12 bulan sekaligus. Label tombol kondisional per tab:
| Tab | Label Tombol | Isi Grid |
|---|---|---|
| Ringkasan | ”Detail Gaji dan Pesangon” | 12 baris × 4 kolom (DPP Gaji + PPh Gaji + DPP Pesangon + PPh Pesangon) |
| Kode 100 | ”Detail Gaji” | 12 baris × 2 kolom (DPP Gaji + PPh Gaji) |
| Kode 401 | ”Detail Pesangon” | 12 baris × 2 kolom (DPP Pesangon + PPh Pesangon) |
Langkah:
- Buka menu Data Awal → Hutang → Pajak → PPh Pasal 21.
- Klik tombol Detail (sesuai label tab) di toolbar.
- Modal terbuka dengan grid yang sesuai tab.
- Isi nilai di grid. Klik Simpan sekali — seluruh 12 bulan tersimpan dalam 1 operasi.
6.5.2 Input Per Record (untuk Jasa OP)
Untuk PPh 21 Jasa OP (Kode 100, sub-kategori Jasa OP — bisa multi-record per bulan dari supplier berbeda):
- Buka tab Kode 100, klik tombol + Tambah di toolbar.
- Modal Input terbuka — pilih Masa Pajak, Tanggal Transaksi, Nama Jasa (text bebas, contoh “Konsultasi Pajak”), Supplier (Lawan Transaksi), DPP, Jumlah Hutang.
- Klik Simpan. Record disimpan ke tabel hutang pajak.
6.6 Lapor SPT Masa PPh 21
Tombol Lapor aktif setelah hutang bulan itu lunas (Sisa Hutang ≤ 0 untuk total Kode 100 + Kode 401).
- Buka drawer detail bulan terkait (double-click baris di tab Kode 100 atau Kode 401).
- Scroll ke section Lapor SPT → klik tombol Lapor.
- Isi Tanggal Lapor + pilih N/P (Nihil / Pembayaran).
- Klik Simpan.
Setelah simpan, tabel Lapor SPT di tab Ringkasan terupdate dengan kolom Tanggal Lapor, TW/TL (Tepat Waktu / Terlambat).
6.7 Navigasi ke Modul Gaji (mode NORMAL)
Untuk lihat sumber riil data PPh 21 Gaji per karyawan:
- Di tab mana saja (Ringkasan / Kode 100 / Kode 401), klik tombol Detail Gaji dan Pesangon di toolbar.
- Di mode NORMAL, Booku otomatis navigate ke menu Buku Pengawasan Gaji dengan filter bulan ter-set sesuai filter Masa Pajak halaman PPh 21.
- Lihat detail gaji per karyawan, lakukan edit di Modul Gaji kalau perlu (data PPh 21 di halaman PPh 21 ini akan update otomatis).
6.8 Export ke Excel
- Klik tombol Export di toolbar.
- File Excel akan ter-download dengan data sesuai tab aktif.
7. Penjelasan Field/Input
7.1 Form Tambah/Edit PPh 21 Jasa OP (mode LAMPAU, tab Kode 100)
| Field | Kegunaan | Wajib? | Validasi/Catatan |
|---|---|---|---|
| Tahun Pajak | Tahun masa pajak | Ya | Auto-isi dari filter halaman |
| Masa Pajak | Bulan masa pajak (Januari–Desember) | Ya | Pilih dari dropdown |
| Tanggal Transaksi | Tanggal kejadian (pembayaran jasa) | Ya | Format DD-MM-YYYY |
| Nomor Invoice | Nomor invoice supplier (kalau ada) | Tidak | Opsional |
| Nama Jasa | Deskripsi jasa | Tidak | Text bebas, misal: “Konsultasi Pajak”, “Jasa Notaris” |
| Supplier / Lawan Transaksi | Penerima pembayaran yang dipotong PPh | Tidak | Pilih dari picker Lawan Transaksi |
| DPP | Dasar Pengenaan Pajak (nilai bruto sebelum potong PPh) | Ya | Format Rupiah |
| Jumlah Hutang (PPh Terutang) | Nominal PPh 21 yang dipotong | Ya | Harus > 0 |
| Keterangan | Catatan tambahan | Tidak | Opsional |
7.2 Dialog Detail Gaji dan Pesangon (mode LAMPAU)
Grid 12 baris × 4 kolom — semua bulan dalam 1 layar:
| Kolom | Kegunaan |
|---|---|
| DPP Gaji | Total jumlah gaji kotor karyawan bulan tsb |
| PPh Gaji | Total PPh 21 yang dipotong dari gaji |
| DPP Pesangon | Total pesangon yang dibayarkan bulan tsb (kalau ada PHK/pensiun) |
| PPh Pesangon | Total PPh 21 yang dipotong dari pesangon |
Cell kosong = tidak ada hutang bulan tsb. Klik Simpan sekali untuk simpan seluruh 12 bulan.
7.3 Form Lapor SPT
| Field | Kegunaan | Wajib? | Validasi/Catatan |
|---|---|---|---|
| Tanggal Lapor | Tanggal SPT Masa disampaikan ke DJP | Ya | Format DD-MM-YYYY. TW/TL dihitung otomatis (deadline = akhir bulan setelah masa pajak) |
| N/P | Status SPT | Ya | ”N” = Nihil atau “P” = Pembayaran/Pembetulan |
8. Cara Kerja di Balik Layar
Mode NORMAL — Tagihan otomatis dari 4 sumber (Kode 100):
- Sumber 1 — Buku Pengawasan Gaji: agregat DPP Gaji + PPh Gaji per bulan dari potongan PPh 21 rutin.
- Sumber 2 — Bukti Pengeluaran Jasa OP: agregat dari Bukti Pengeluaran ter-tag
Jenis_Pajak = PPh Pasal 21, Kode = 100. DPP di-derive dari Invoice Pembelian asli (PPh / (Tarif PPh / 100)). - Sumber 3 — Hutang Bank: agregat PPh 21 dari biaya pencairan pinjaman bank (kolom Biaya PPh).
- Sumber 4 — Hutang Leasing: idem untuk pencairan leasing.
Mode NORMAL — Tagihan dari Modul Gaji (Kode 401):
- Agregat DPP Pesangon + PPh Pesangon per bulan dari Modul Gaji kolom Pesangon.
Mode LAMPAU — Input manual:
- Disimpan di tabel hutang pajak dengan discriminator Kode Setoran (100 atau 401) + NamaJasa (
Gaji/Pesangon/ text bebas Jasa OP).
Bar Saldo Rekonsiliasi:
- Sisi List: total sisa hutang di tabel (12 bulan + Ketetapan).
- Sisi COA: query langsung saldo akun COA spesifik per kode (akun 21610 untuk Kode 100, akun 21611 untuk Kode 401) — termasuk AJP di mode NORMAL.
- Selisih dihitung real-time; warna oranye saat tidak match menandakan ada masalah posting/input.
Jurnal otomatis tidak dibuat di modul ini — jurnal sudah di-generate di transaksi sumber (Modul Gaji saat input gaji, Bukti Pengeluaran saat bayar jasa OP, Hutang Bank/Leasing saat pencairan). Menu PPh 21 hanya view + tracking + rekonsiliasi.
Lapor SPT:
- 1 form SPT mewakili total Kode 100 + Kode 401 untuk bulan tsb (sesuai SPT Masa PPh 21 DJP).
- TW/TL dihitung on-demand di backend dari Tanggal Lapor vs deadline (akhir bulan berikutnya).
9. Hubungan dengan Menu Lain
| Menu Terkait | Hubungan |
|---|---|
| Buku Pengawasan Gaji | Sumber utama data PPh 21 Gaji (Kode 100) + Pesangon (Kode 401). Tombol “Detail Gaji dan Pesangon” di mode NORMAL navigate langsung ke menu ini |
| Bukti Pengeluaran (Bank/Cash) | Saat Anda input pembayaran ke konsultan/freelance dengan tag PPh 21 Kode 100, tagihan muncul otomatis di tab Kode 100. Saat klik Bayar PPh, form Bukti Pengeluaran terbuka preset DJP |
| Buku Pengawasan Hutang Bank | Saat pencairan pinjaman bank yang ada biaya PPh 21, tagihan muncul otomatis di tab Kode 100 |
| Buku Pengawasan Hutang Leasing | Idem dengan Hutang Bank |
| Invoice Pembelian | Untuk Kode 100 Jasa OP, DPP & Tarif PPh di-derive dari Invoice Pembelian terkait |
| Jurnal Umum | Jurnal otomatis hasil pembayaran/transaksi sumber muncul di sini |
| Ketetapan Pajak | Surat ketetapan dari DJP untuk PPh 21 di-input via menu Ketetapan Pajak terpisah, lalu di-agregat ke section khusus di tab Ringkasan |
| Buku Besar | Mutasi 2 akun COA Hutang PPh 21 (21610 + 21611) terlihat di Buku Besar masing-masing |
| Pelaporan Pajak (SPT) | Record SPT yang Anda input via tombol Lapor disimpan di tabel pelaporan pajak shared (sama dengan PPh 23, 25, 26, 4(2)) |
10. Catatan & Pitfalls
| Pitfall | Solusi / Penjelasan |
|---|---|
| Tagihan PPh 21 Gaji tidak muncul padahal sudah input gaji | Cek di Modul Gaji apakah kolom Potongan PPh 21 ter-isi. Kalau kosong → karyawan tsb tidak kena PPh 21 (PTKP belum tercapai) atau ada salah input. Tagihan = sum potongan PPh 21 semua karyawan untuk bulan tsb |
| Tagihan PPh 21 Jasa OP tidak muncul dari Bukti Pengeluaran | Cek tag Bukti Pengeluaran — pastikan Jenis_Pajak = PPh Pasal 21 dengan Kode Setoran = 100. Tag ini biasanya di-isi otomatis dari Invoice Pembelian; kalau invoice tidak di-tag dengan benar, tagihan tidak terbentuk |
| Selisih Bar Saldo warna oranye | Berarti angka di sisi List dan sisi COA tidak match — bisa karena: (a) posting belum tuntas dari transaksi sumber, (b) ada AJP yang belum di-input, (c) Invoice asal punya Tarif PPh berbeda dari yang ter-posting. Telusuri di mode Detail per record |
| Saldo Awal (List) NORMAL = tunggakan yang masih menggantung | Setiap Tutup Buku, sisa hutang PPh yang belum disetor otomatis dibawa ke tahun berikutnya sebagai Saldo Awal (List). Nilainya mencerminkan tunggakan dari tahun-tahun sebelumnya yang belum lunas — tampil 0 hanya jika semua sudah dibayar. |
| Tombol Detail (label kondisional per tab) perilaku beda LAMPAU vs NORMAL | Sengaja. LAMPAU = buka modal mass-input untuk migrasi data awal. NORMAL = navigate ke Modul Gaji (sumber riil) supaya edit dilakukan di tempat yang tepat |
| Tab Ringkasan card saldo posisinya di bawah tabel | Sengaja. Card ringkasan saldo berperan sebagai summary/closing di akhir halaman, bukan teaser di atas |
| Tombol “Sesuaikan” belum tersedia | Walau Selisih saldo sudah dihitung real, tombol untuk membuat jurnal Adjustment otomatis belum aktif. Sementara: koreksi selisih dilakukan manual via menu Jurnal Umum |
| Bar Saldo tidak muncul di mode “Bulan Spesifik” | Sengaja. Rekonsiliasi hanya bermakna untuk view 12-bulan agregat di mode REKAP |
| Baris Gaji Edit + Hapus disabled di Detail per Bulan Kode 100 LAMPAU | Sengaja. Gaji di-input via Dialog “Detail Gaji” mass-input (12 bulan sekaligus, 1 record agregat per bulan), bukan per record. Edit per record akan bertentangan dengan konsep mass-input. Klik tombol “Detail Gaji” di toolbar untuk edit. Baris Gaji juga di-highlight background warm orange & sort ke bawah tabel. |
| Kode 401 tidak ada Masa Pajak per Bulan | Sengaja. Pesangon by design 1 record per bulan (LAMPAU via Dialog “Detail Pesangon”; NORMAL agregat dari Modul Gaji). Tidak ada multi-record untuk drill-down — mode Bulan Spesifik tidak bermakna. Double-click baris Kode 401 LAMPAU → arahkan langsung ke Dialog “Detail Pesangon”. |
| Tombol Hapus disabled meski Anda punya akses Edit | Permission Hapus di seluruh Buku Pengawasan Hutang Pajak dibatasi untuk user level Direktur ke atas. Kalau Anda level di bawah Direktur, tombol Hapus tidak muncul di context menu. |
12. Lihat Juga
| Topik | Dokumen |
|---|---|
| Keunggulan menu ini | Keunggulan Hutang PPh Pasal 21 |
| Hutang PPh Pasal 23 | Hutang PPh Pasal 23 |
| Hutang PPh Pasal 25 | Hutang PPh Pasal 25 |
| Hutang PPh Pasal 26 | Hutang PPh Pasal 26 |
| Hutang PPh Pasal 4(2) | Hutang PPh Pasal 4(2) |
| Ketetapan Pajak | Ketetapan Pajak |
Terakhir diperbarui: 08-06-2026