Lewati ke konten

Buku Pengawasan Hutang PPh Pasal 21

Halaman ini mencatat semua kewajiban PPh Pasal 21 perusahaan Anda ke DJP — pajak yang dipotong saat membayar Gaji karyawan, Jasa ke Orang Pribadi (konsultan, freelance), dan Pesangon. Tagihan ter-agregate otomatis dari empat sumber transaksi, rekonsiliasi terhadap akun COA, dan Lapor SPT — semuanya dalam satu layar terpadu dengan 3 tab.

1. Identitas Menu

AspekKeterangan
Nama MenuBuku Pengawasan Hutang PPh Pasal 21
Lokasi (Tahun NORMAL)Sidebar → Buku PengawasanHutang PajakPPh Pasal 21
Lokasi (Tahun LAMPAU)Sidebar → Data AwalHutangPajakPPh Pasal 21
Tipe HalamanList multi-tab (1 tab Ringkasan + 2 tab per Kode Setoran)
Mode PemakaianRead-only Aggregator (mode NORMAL) + Input/Edit/Hapus (mode LAMPAU) + Bayar + Lapor SPT
FiturTambah/Edit/Hapus (LAMPAU), Bayar, Lapor SPT, Detail Gaji / Detail Pesangon / Detail Gaji dan Pesangon (label kondisional per tab), Lihat Jurnal, Export Excel
FilterTahun Pajak (default tahun aktif), Masa Pajak. Kode 100: REKAP 12 Bulan atau per bulan spesifik. Kode 401: hanya REKAP 12 Bulan.
Permission HapusHanya user level Direktur ke atas

2. Deskripsi Singkat

PPh Pasal 21 adalah pajak yang dipotong perusahaan saat membayar penghasilan ke Orang Pribadi — meliputi gaji karyawan, pesangon, dan jasa profesional ke konsultan/freelance/pengurus eksternal. PPh 21 di DJP dibagi menjadi 2 kode setoran:

KodeObjek Pajak
100Gaji karyawan + Jasa Orang Pribadi (konsultan, freelance, pengurus, dll.)
401Pesangon (pensiun, PHK, manfaat akhir masa kerja)

Halaman ini menyatukan tracking kedua kode dalam 3 tab: tab Ringkasan (overview total) + 2 tab Kode (detail per kategori). Kode 100 di mode NORMAL mengagregat tagihan dari 4 sumber berbeda di Booku secara otomatis; Kode 401 dari Modul Gaji.


3. Sekilas Keunggulan

Apa yang membuat menu ini istimewa di Booku:

  • Tagihan Kode 100 ter-agregate otomatis dari 4 sumber (Gaji, Bukti Pengeluaran, Hutang Bank, Hutang Leasing) — tidak ada konsolidasi manual.
  • Bar Saldo Rekonsiliasi full functional di kedua mode (LAMPAU + NORMAL) — Selisih List vs COA langsung kelihatan setiap buka halaman.
  • Dialog “Detail Gaji dan Pesangon” cerdas — mass-input 12 bulan di LAMPAU, otomatis navigate ke Modul Gaji di NORMAL.
  • Drill-down 1-klik ke record sumber pembentuk tagihan bulan dengan kolom “Sumber Modul” jelas — audit cepat saat ada pertanyaan dari auditor / SP2DK.
  • Lapor SPT 1-bulan-1-form sesuai pelaporan DJP (gabung Kode 100 + Kode 401), dengan auto-tag Tepat Waktu / Terlambat.

📖 Detail lengkap: Keunggulan Hutang PPh Pasal 21 di Booku


4. Kegunaan

Anda perlu pakai menu ini ketika:

KapanUntuk Apa
Bulanan setelah input gaji karyawan & pembayaran ke konsultan eksternalLihat agregat tagihan PPh 21 yang ter-aggregate otomatis dari 4 sumber transaksi
Sebelum bayar PPh 21 ke DJPCek sisa hutang per kode di tabel utama, lalu bayar dari menu titik tiga (⋮)
Setelah membayar PPh 21 ke kas negaraCatat bukti pembayaran via tombol Bayar (form Bukti Pengeluaran sudah preset DJP + Nomor BPHP)
Setelah lapor SPT Masa PPh 21 ke DJPCatat tanggal lapor & status (Nihil / Pembayaran) di section Lapor SPT — auto-tag TW/TL
Saat audit / SP2DKRekonsiliasi otomatis terlihat di Bar Saldo per kode — Selisih warna oranye = perlu investigasi
Saat ada pertanyaan “angka bulan X kok jadi sebesar ini?”Drill-down ke daftar transaksi pembentuk via tombol Detail Transaksi di context menu baris bulan (atau double-click baris) — lihat per record dengan kolom “Sumber Modul”
Tahun Buku Lampau / Data AwalInput saldo awal historis lewat Dialog “Detail Gaji dan Pesangon” (mass-input 12×4) atau form per record

5. Pra-syarat

Sebelum memakai menu ini, pastikan:

Pra-syaratPenjelasan
Tahun Buku Aktif sudah dipilihMenu ini bekerja per tahun buku — pilih tahun di Header dulu
Chart of Account (COA) PPh 21 sudah ada2 akun terpisah: Hutang PPh Pasal 21 - Kode 100 (akun 21610) untuk Gaji + Jasa OP, dan Hutang PPh Pasal 21 - Kode 401 (akun 21611) untuk Pesangon — biasanya sudah di-setup saat registrasi
Transaksi sumber sudah di-input dengan benar (mode NORMAL)Untuk Kode 100: input Gaji bulanan di Modul Gaji (potongan PPh 21 ter-isi); Bukti Pengeluaran ke konsultan/freelance ter-tag Jenis_Pajak = PPh Pasal 21, Kode Setoran = 100. Untuk Kode 401: input Pesangon di Modul Gaji kolom Pesangon

6. Cara Mengoperasikan

6.1 Membuka Halaman & Navigasi Tab

  1. Buka menu PPh Pasal 21 dari sidebar.
  2. Default tab terbuka: Ringkasan — menampilkan total gabungan Kode 100 + Kode 401 + tabel Lapor SPT. Card ringkasan saldo per kode + total ada di bawah tabel.
  3. Klik tab Kode 100 atau Kode 401 untuk drill-down ke detail per kategori.

6.2 Lihat Tagihan & Rekonsiliasi (mode NORMAL — read-only aggregator)

  1. Buka tab Kode 100 atau Kode 401.
  2. Tabel menampilkan 12 baris bulan dengan kolom Nomor BPHP, Bulan, sub-kolom DPP & PPh per sumber (untuk Kode 100: DPP Gaji + PPh Gaji + DPP Jasa OP + PPh Jasa OP), Jumlah Bayar, Sisa Hutang.
  3. Bar Saldo di bawah filter menampilkan:
    • Saldo Awal (List) — sisa hutang yang di-carry-forward dari tahun lalu
    • Saldo Awal (COA) + AJP — saldo akun COA Hutang PPh 21 untuk kode tsb + AJP (Adjustment)
    • Selisih — antara List dan COA (warna hijau = cocok, oranye = ada selisih → perlu investigasi)
    • Total Tabel — sum semua sisa hutang di tabel saat ini
  4. Tagihan muncul otomatis dari 4 sumber transaksi (untuk Kode 100) atau Modul Gaji (untuk Kode 401) — Anda tidak input manual di sini di mode NORMAL.

6.3 Drill-Down ke Detail Transaksi per Bulan

Filter Masa Pajak punya dua mode:

ModeYang Anda Lihat
REKAP (12 Bulan) (default)Ringkasan 12 baris (1 baris per bulan, agregat) + baris Ketetapan Pajak. Tampilan ini ideal untuk overview tahunan, rekonsiliasi Saldo, dan tombol Bayar.
Bulan Spesifik (mis. Januari)Daftar transaksi individu untuk bulan tsb (1 baris per record sumber riil). Gunakan untuk audit detail: siapa supplier-nya, dari modul mana datanya, berapa DPP & PPh-nya per record.

3 cara masuk ke mode Bulan Spesifik dari REKAP:

CaraAksi
Filter Masa PajakGanti dropdown Masa Pajak dari “REKAP (12 Bulan)” → nama bulan.
Tombol “Detail Transaksi”Klik di kolom Aksi baris bulan → pilih Detail Transaksi (tombol pertama).
Double-click baris bulanKlik dua kali baris bulan terkait — sama dengan tombol “Detail Transaksi”.

Bedakan dua tombol detail:

  • Detail Transaksi → drill-down ke daftar transaksi pembentuk angka di baris bulan (audit per record).
  • Detail Pembayaran → buka drawer history pembayaran ke DJP untuk bulan tsb (cross-year).

Apa yang muncul di mode Bulan Spesifik:

  • Mode NORMAL — Daftar agregat dari sumber riil di Booku:
    • Gaji bulanan (dari Modul Gaji)
    • Pembayaran ke konsultan/freelance ber-PPh 21 (dari Bukti Pengeluaran)
    • Pencairan pinjaman bank yang ada biaya PPh 21 (dari Buku Pengawasan Hutang Bank)
    • Pencairan leasing yang ada biaya PPh 21 (dari Buku Pengawasan Hutang Leasing)
    • Kolom Sumber Modul menunjukkan dari mana data setiap baris berasal.
  • Mode LAMPAU — Daftar record manual yang sudah Anda input di Data Awal.

Aksi yang tersedia di mode Detail per Bulan:

AksiLAMPAUNORMAL
Edit / Hapus per record✅ Hanya untuk record Jasa OP yang Anda input manual. Baris “Gaji” tetap disabled (lihat catatan di bawah).❌ Data dari sumber lain — edit dilakukan di modul asal (Modul Gaji, Bukti Pengeluaran, dll.)
Bayar❌ Hanya tersedia di mode REKAP❌ Hanya tersedia di mode REKAP

Mengapa Bayar hanya di REKAP? Pembayaran ke DJP berdasarkan total tagihan per bulan per kode setoran (1 setoran via 1 Nomor BPHP), bukan per record. Pisahkan tampilan operasional (Bayar) dari tampilan audit (Detail per record).

Differensiasi visual Gaji vs Jasa OP di Kode 100 LAMPAU:

Di tab Kode 100 mode Detail per Bulan LAMPAU, baris dengan Sub Kategori “Gaji”:

  • Selalu diposisikan di baris terakhir sebelum footer TOTAL.
  • Background warna berbeda (warm orange) untuk menandakan sumber data & alur input berbeda.
  • Tombol Edit + Hapus disabled dengan tooltip yang mengarahkan ke tombol “Detail Gaji” di toolbar.

Kenapa begitu? Gaji di-input via mass-input Dialog “Detail Gaji” (grid 12 bulan sekaligus, 1 record agregat per bulan), sedangkan Jasa OP di-input satu per satu per supplier/invoice. Edit per record di baris Gaji akan bertentangan dengan konsep mass-input aslinya — Booku mencegah user tanpa sengaja bikin data inkonsisten.

Catatan khusus tab Kode 401 (Pesangon):

Tab Kode 401 TIDAK punya mode Bulan Spesifik — filter Masa Pajak hanya opsi “REKAP (12 Bulan)”. Alasannya: Pesangon by design 1 record per bulan (LAMPAU via Dialog “Detail Pesangon”; NORMAL agregat dari Modul Gaji). Tidak ada multi-record untuk drill-down. Sebagai konsekuensi:

  • Tombol “Detail Transaksi” di context menu Kode 401 tidak muncul.
  • Double-click baris di Kode 401 LAMPAU → buka Dialog “Detail Pesangon” (sama dengan klik tombol di toolbar).
  • Double-click di Kode 401 NORMAL → tidak ada aksi (Pesangon di-manage di Modul Gaji).

6.4 Bayar PPh 21

  1. Di tab Kode terkait, cari baris bulan yang punya sisa hutang.
  2. Klik di kolom Aksi → pilih Bayar.
  3. Drawer Detail terbuka, dan form Bukti Pengeluaran langsung muncul dengan preset:
    • Kategori: Pembayaran Hutang
    • Peruntukan: Pembayaran Hutang Pajak
    • Lawan Transaksi: DJP
    • Nomor BP: BPHP21-{KodeSetoran}-{Tahun}-{Bulan} (otomatis sesuai tab aktif)
  4. Isi Tanggal Bayar, Sarana Pembayaran (Bank/Cash), Jumlah → Simpan.
  5. Tabel utama refresh — kolom “Jumlah Bayar” dan “Sisa Hutang” update.

6.5 Input Data di Tahun Buku LAMPAU (Data Awal)

Mode LAMPAU dipakai untuk input saldo awal historis saat pertama setup Booku. Ada 2 cara input:

6.5.1 Mass-Input via Dialog “Detail Gaji” / “Detail Pesangon” / “Detail Gaji dan Pesangon”

Cara paling efisien untuk input Gaji + Pesangon 12 bulan sekaligus. Label tombol kondisional per tab:

TabLabel TombolIsi Grid
Ringkasan”Detail Gaji dan Pesangon”12 baris × 4 kolom (DPP Gaji + PPh Gaji + DPP Pesangon + PPh Pesangon)
Kode 100”Detail Gaji”12 baris × 2 kolom (DPP Gaji + PPh Gaji)
Kode 401”Detail Pesangon”12 baris × 2 kolom (DPP Pesangon + PPh Pesangon)

Langkah:

  1. Buka menu Data AwalHutangPajakPPh Pasal 21.
  2. Klik tombol Detail (sesuai label tab) di toolbar.
  3. Modal terbuka dengan grid yang sesuai tab.
  4. Isi nilai di grid. Klik Simpan sekali — seluruh 12 bulan tersimpan dalam 1 operasi.

6.5.2 Input Per Record (untuk Jasa OP)

Untuk PPh 21 Jasa OP (Kode 100, sub-kategori Jasa OP — bisa multi-record per bulan dari supplier berbeda):

  1. Buka tab Kode 100, klik tombol + Tambah di toolbar.
  2. Modal Input terbuka — pilih Masa Pajak, Tanggal Transaksi, Nama Jasa (text bebas, contoh “Konsultasi Pajak”), Supplier (Lawan Transaksi), DPP, Jumlah Hutang.
  3. Klik Simpan. Record disimpan ke tabel hutang pajak.

6.6 Lapor SPT Masa PPh 21

Tombol Lapor aktif setelah hutang bulan itu lunas (Sisa Hutang ≤ 0 untuk total Kode 100 + Kode 401).

  1. Buka drawer detail bulan terkait (double-click baris di tab Kode 100 atau Kode 401).
  2. Scroll ke section Lapor SPT → klik tombol Lapor.
  3. Isi Tanggal Lapor + pilih N/P (Nihil / Pembayaran).
  4. Klik Simpan.

Setelah simpan, tabel Lapor SPT di tab Ringkasan terupdate dengan kolom Tanggal Lapor, TW/TL (Tepat Waktu / Terlambat).

6.7 Navigasi ke Modul Gaji (mode NORMAL)

Untuk lihat sumber riil data PPh 21 Gaji per karyawan:

  1. Di tab mana saja (Ringkasan / Kode 100 / Kode 401), klik tombol Detail Gaji dan Pesangon di toolbar.
  2. Di mode NORMAL, Booku otomatis navigate ke menu Buku Pengawasan Gaji dengan filter bulan ter-set sesuai filter Masa Pajak halaman PPh 21.
  3. Lihat detail gaji per karyawan, lakukan edit di Modul Gaji kalau perlu (data PPh 21 di halaman PPh 21 ini akan update otomatis).

6.8 Export ke Excel

  1. Klik tombol Export di toolbar.
  2. File Excel akan ter-download dengan data sesuai tab aktif.

7. Penjelasan Field/Input

7.1 Form Tambah/Edit PPh 21 Jasa OP (mode LAMPAU, tab Kode 100)

FieldKegunaanWajib?Validasi/Catatan
Tahun PajakTahun masa pajakYaAuto-isi dari filter halaman
Masa PajakBulan masa pajak (Januari–Desember)YaPilih dari dropdown
Tanggal TransaksiTanggal kejadian (pembayaran jasa)YaFormat DD-MM-YYYY
Nomor InvoiceNomor invoice supplier (kalau ada)TidakOpsional
Nama JasaDeskripsi jasaTidakText bebas, misal: “Konsultasi Pajak”, “Jasa Notaris”
Supplier / Lawan TransaksiPenerima pembayaran yang dipotong PPhTidakPilih dari picker Lawan Transaksi
DPPDasar Pengenaan Pajak (nilai bruto sebelum potong PPh)YaFormat Rupiah
Jumlah Hutang (PPh Terutang)Nominal PPh 21 yang dipotongYaHarus > 0
KeteranganCatatan tambahanTidakOpsional

7.2 Dialog Detail Gaji dan Pesangon (mode LAMPAU)

Grid 12 baris × 4 kolom — semua bulan dalam 1 layar:

KolomKegunaan
DPP GajiTotal jumlah gaji kotor karyawan bulan tsb
PPh GajiTotal PPh 21 yang dipotong dari gaji
DPP PesangonTotal pesangon yang dibayarkan bulan tsb (kalau ada PHK/pensiun)
PPh PesangonTotal PPh 21 yang dipotong dari pesangon

Cell kosong = tidak ada hutang bulan tsb. Klik Simpan sekali untuk simpan seluruh 12 bulan.

7.3 Form Lapor SPT

FieldKegunaanWajib?Validasi/Catatan
Tanggal LaporTanggal SPT Masa disampaikan ke DJPYaFormat DD-MM-YYYY. TW/TL dihitung otomatis (deadline = akhir bulan setelah masa pajak)
N/PStatus SPTYa”N” = Nihil atau “P” = Pembayaran/Pembetulan

8. Cara Kerja di Balik Layar

Mode NORMAL — Tagihan otomatis dari 4 sumber (Kode 100):

  • Sumber 1 — Buku Pengawasan Gaji: agregat DPP Gaji + PPh Gaji per bulan dari potongan PPh 21 rutin.
  • Sumber 2 — Bukti Pengeluaran Jasa OP: agregat dari Bukti Pengeluaran ter-tag Jenis_Pajak = PPh Pasal 21, Kode = 100. DPP di-derive dari Invoice Pembelian asli (PPh / (Tarif PPh / 100)).
  • Sumber 3 — Hutang Bank: agregat PPh 21 dari biaya pencairan pinjaman bank (kolom Biaya PPh).
  • Sumber 4 — Hutang Leasing: idem untuk pencairan leasing.

Mode NORMAL — Tagihan dari Modul Gaji (Kode 401):

  • Agregat DPP Pesangon + PPh Pesangon per bulan dari Modul Gaji kolom Pesangon.

Mode LAMPAU — Input manual:

  • Disimpan di tabel hutang pajak dengan discriminator Kode Setoran (100 atau 401) + NamaJasa (Gaji / Pesangon / text bebas Jasa OP).

Bar Saldo Rekonsiliasi:

  • Sisi List: total sisa hutang di tabel (12 bulan + Ketetapan).
  • Sisi COA: query langsung saldo akun COA spesifik per kode (akun 21610 untuk Kode 100, akun 21611 untuk Kode 401) — termasuk AJP di mode NORMAL.
  • Selisih dihitung real-time; warna oranye saat tidak match menandakan ada masalah posting/input.

Jurnal otomatis tidak dibuat di modul ini — jurnal sudah di-generate di transaksi sumber (Modul Gaji saat input gaji, Bukti Pengeluaran saat bayar jasa OP, Hutang Bank/Leasing saat pencairan). Menu PPh 21 hanya view + tracking + rekonsiliasi.

Lapor SPT:

  • 1 form SPT mewakili total Kode 100 + Kode 401 untuk bulan tsb (sesuai SPT Masa PPh 21 DJP).
  • TW/TL dihitung on-demand di backend dari Tanggal Lapor vs deadline (akhir bulan berikutnya).

9. Hubungan dengan Menu Lain

Menu TerkaitHubungan
Buku Pengawasan GajiSumber utama data PPh 21 Gaji (Kode 100) + Pesangon (Kode 401). Tombol “Detail Gaji dan Pesangon” di mode NORMAL navigate langsung ke menu ini
Bukti Pengeluaran (Bank/Cash)Saat Anda input pembayaran ke konsultan/freelance dengan tag PPh 21 Kode 100, tagihan muncul otomatis di tab Kode 100. Saat klik Bayar PPh, form Bukti Pengeluaran terbuka preset DJP
Buku Pengawasan Hutang BankSaat pencairan pinjaman bank yang ada biaya PPh 21, tagihan muncul otomatis di tab Kode 100
Buku Pengawasan Hutang LeasingIdem dengan Hutang Bank
Invoice PembelianUntuk Kode 100 Jasa OP, DPP & Tarif PPh di-derive dari Invoice Pembelian terkait
Jurnal UmumJurnal otomatis hasil pembayaran/transaksi sumber muncul di sini
Ketetapan PajakSurat ketetapan dari DJP untuk PPh 21 di-input via menu Ketetapan Pajak terpisah, lalu di-agregat ke section khusus di tab Ringkasan
Buku BesarMutasi 2 akun COA Hutang PPh 21 (21610 + 21611) terlihat di Buku Besar masing-masing
Pelaporan Pajak (SPT)Record SPT yang Anda input via tombol Lapor disimpan di tabel pelaporan pajak shared (sama dengan PPh 23, 25, 26, 4(2))

10. Catatan & Pitfalls

PitfallSolusi / Penjelasan
Tagihan PPh 21 Gaji tidak muncul padahal sudah input gajiCek di Modul Gaji apakah kolom Potongan PPh 21 ter-isi. Kalau kosong → karyawan tsb tidak kena PPh 21 (PTKP belum tercapai) atau ada salah input. Tagihan = sum potongan PPh 21 semua karyawan untuk bulan tsb
Tagihan PPh 21 Jasa OP tidak muncul dari Bukti PengeluaranCek tag Bukti Pengeluaran — pastikan Jenis_Pajak = PPh Pasal 21 dengan Kode Setoran = 100. Tag ini biasanya di-isi otomatis dari Invoice Pembelian; kalau invoice tidak di-tag dengan benar, tagihan tidak terbentuk
Selisih Bar Saldo warna oranyeBerarti angka di sisi List dan sisi COA tidak match — bisa karena: (a) posting belum tuntas dari transaksi sumber, (b) ada AJP yang belum di-input, (c) Invoice asal punya Tarif PPh berbeda dari yang ter-posting. Telusuri di mode Detail per record
Saldo Awal (List) NORMAL = tunggakan yang masih menggantungSetiap Tutup Buku, sisa hutang PPh yang belum disetor otomatis dibawa ke tahun berikutnya sebagai Saldo Awal (List). Nilainya mencerminkan tunggakan dari tahun-tahun sebelumnya yang belum lunas — tampil 0 hanya jika semua sudah dibayar.
Tombol Detail (label kondisional per tab) perilaku beda LAMPAU vs NORMALSengaja. LAMPAU = buka modal mass-input untuk migrasi data awal. NORMAL = navigate ke Modul Gaji (sumber riil) supaya edit dilakukan di tempat yang tepat
Tab Ringkasan card saldo posisinya di bawah tabelSengaja. Card ringkasan saldo berperan sebagai summary/closing di akhir halaman, bukan teaser di atas
Tombol “Sesuaikan” belum tersediaWalau Selisih saldo sudah dihitung real, tombol untuk membuat jurnal Adjustment otomatis belum aktif. Sementara: koreksi selisih dilakukan manual via menu Jurnal Umum
Bar Saldo tidak muncul di mode “Bulan Spesifik”Sengaja. Rekonsiliasi hanya bermakna untuk view 12-bulan agregat di mode REKAP
Baris Gaji Edit + Hapus disabled di Detail per Bulan Kode 100 LAMPAUSengaja. Gaji di-input via Dialog “Detail Gaji” mass-input (12 bulan sekaligus, 1 record agregat per bulan), bukan per record. Edit per record akan bertentangan dengan konsep mass-input. Klik tombol “Detail Gaji” di toolbar untuk edit. Baris Gaji juga di-highlight background warm orange & sort ke bawah tabel.
Kode 401 tidak ada Masa Pajak per BulanSengaja. Pesangon by design 1 record per bulan (LAMPAU via Dialog “Detail Pesangon”; NORMAL agregat dari Modul Gaji). Tidak ada multi-record untuk drill-down — mode Bulan Spesifik tidak bermakna. Double-click baris Kode 401 LAMPAU → arahkan langsung ke Dialog “Detail Pesangon”.
Tombol Hapus disabled meski Anda punya akses EditPermission Hapus di seluruh Buku Pengawasan Hutang Pajak dibatasi untuk user level Direktur ke atas. Kalau Anda level di bawah Direktur, tombol Hapus tidak muncul di context menu.

12. Lihat Juga

TopikDokumen
Keunggulan menu iniKeunggulan Hutang PPh Pasal 21
Hutang PPh Pasal 23Hutang PPh Pasal 23
Hutang PPh Pasal 25Hutang PPh Pasal 25
Hutang PPh Pasal 26Hutang PPh Pasal 26
Hutang PPh Pasal 4(2)Hutang PPh Pasal 4(2)
Ketetapan PajakKetetapan Pajak

Terakhir diperbarui: 08-06-2026