Invoice Penjualan
1. Identitas Menu
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama Menu | Invoice Penjualan |
| Lokasi (Tahun NORMAL) | Sidebar → Penjualan → Invoice Penjualan |
| Ikon | 🧾 (Receipt) |
| Tipe Halaman | List (dengan tab multi-mode) + Form input |
| Mode Pemakaian | CRUD (Tambah, Edit, Hapus, Lihat) |
| Fitur | Tambah, Edit, Hapus, Lihat Invoice, Cetak Invoice, Dorong ke Jurnal, Batal Dorong, Lihat Jurnal, Filter, Export |
| Filter | Destinasi (Lokal/Ekspor), Jenis Produk, Pelanggan, Bulan, Status Jurnal, Jenis (Tunai/Tempo), Sarana Pembayaran, Akun, Pencarian |
| Hak Akses | Lihat: Direktur ke atas. Tambah, Edit, Hapus, Dorong/Batal Dorong: SuperUser. |
Menu untuk menerbitkan tagihan (invoice) ke pelanggan atas penjualan barang/jasa. Inilah titik di mana penjualan masuk ke pembukuan: Booku menghitung pajak, mencatat piutang (bila tempo), dan menerbitkan jurnal akuntansi — pada saat Anda sudah memegang Nomor Faktur Pajak.
2. Deskripsi Singkat
Invoice Penjualan adalah dokumen tagihan yang Anda terbitkan untuk pelanggan. Di menu ini Anda mencatat siapa pelanggannya, barang/jasa apa yang dijual, berapa nilainya, serta ketentuan PPN dan PPh.
Berbeda dengan PO dan Surat Jalan/BAST yang hanya dokumen administratif, Invoice-lah yang masuk ke pembukuan. Yang khas dari Invoice Penjualan: jurnal tidak langsung dibuat saat menyimpan. Invoice dibuat lebih dulu, lalu jurnal akuntansi diterbitkan saat Anda menekan “Dorong ke Jurnal” dan memasukkan Nomor Faktur Pajak. Begitu didorong, Booku mencatat pendapatan, PPN Keluaran, PPh, dan — bila penjualan tempo — piutang usaha dari pelanggan.
Menu ini melayani penjualan lokal (Rupiah) maupun ekspor (mata uang asing), dibayar tunai atau tempo (kredit).
3. Sekilas Keunggulan
Apa yang membuat menu ini istimewa di Booku:
- Jurnal otomatis & seimbang — satu invoice menjadi jurnal akuntansi lengkap (pendapatan, PPN Keluaran, PPh, piutang/penerimaan), dijamin balance.
- Kontrol penerbitan jurnal & faktur pajak — jurnal diterbitkan saat Anda siap (setelah Nomor Faktur Pajak ada), dan bisa dibatalkan untuk koreksi.
- Pajak Indonesia built-in — PPN Keluaran & PPh terhitung otomatis; PPh yang dipotong pelanggan tercatat sebagai PPh Dibayar Dimuka (kredit pajak yang tidak hilang).
- Multicurrency ekspor + penomoran fleksibel — kurs Bank Indonesia otomatis, piutang per mata uang; nomor invoice Otomatis atau Manual sesuai kebijakan perusahaan.
- Pembayaran bertahap (termin) terpandu — tagih satu pesanan secara bertahap (uang muka → pelunasan); nilai tiap tahap & pengakuan pendapatan dicatat benar otomatis.
- Akun pendapatan per baris produk — Anda menentukan akun pendapatan di tiap baris (bisa berbeda-beda dalam satu invoice), dengan penjagaan agar tidak ada baris yang terlewat.
- Invoice siap cetak — sekali klik menjadi dokumen tagihan rapi lengkap terbilang, dengan pratinjau lebih dulu; invoice ekspor otomatis berbahasa Inggris.
📖 Detail lengkap:
Keunggulan Invoice Penjualan di Booku
4. Kegunaan
Anda perlu memakai menu ini saat:
| Skenario | Aksi yang Dilakukan |
|---|---|
| Menagih pelanggan atas barang/jasa | Buat Invoice baru |
| Mencatat penjualan tunai (langsung diterima) | Pilih Tunai saat membuat invoice |
| Mencatat penjualan kredit (pelanggan berhutang) | Pilih Tempo — piutang usaha tercatat otomatis |
| Mencatat penjualan ekspor ke luar negeri | Pilih mode Ekspor + mata uang asing |
| Menagih pesanan (PO) secara bertahap | Pilih mode Termin (Dengan PO) — Uang Muka lalu Pelunasan |
| Menerbitkan jurnal setelah dapat Nomor Faktur Pajak | Gunakan Dorong ke Jurnal pada baris invoice |
| Membatalkan jurnal untuk koreksi | Gunakan Batal Dorong (selama belum ada penerimaan) |
| Mencatat saldo awal piutang pelanggan (saat baru pindah ke Booku) | Buat invoice di Tahun Lampau (Data Awal) — tanpa jurnal, tetapi Nomor Faktur Pajak tetap dapat dicatat |
| Memeriksa jurnal yang terbentuk | Gunakan Lihat Jurnal pada baris invoice |
5. Pra-syarat
Sebelum membuat Invoice, pastikan:
| Pra-syarat | Catatan |
|---|---|
| Tahun Buku aktif sudah dipilih | Tanggal invoice mengikuti tahun buku aktif |
| Pelanggan terdaftar di Data Lawan Transaksi | Lengkap dengan status PKP, lokasi (dalam/luar negeri), dan status afiliasi — agar PPN/PPh otomatis benar |
| Akun Bank/Kas tersedia | Untuk penjualan Tunai (tempat dana diterima) |
| Nomor Faktur Pajak | Untuk invoice ber-PPN. Di tahun berjalan: diperlukan saat Dorong ke Jurnal (boleh menyusul setelah invoice dibuat). Di Tahun Lampau (Data Awal): diisi langsung di form input saat menyimpan |
6. Cara Mengoperasikan
6.1 Membuka Halaman & Memilih Mode
- Dari sidebar, buka Penjualan → Invoice Penjualan
- Pilih mode sesuai penjualan Anda: Lokal / Ekspor × jenis produk (Barang / Jasa / Barang dan Jasa / Jasa Konstruksi)
- Mode terbuka sebagai tab. Anda bisa membuka beberapa mode sekaligus dan berpindah antar tab tanpa kehilangan data
6.2 Membuat Invoice Baru
- Klik Tambah — pilih dulu Tunai atau Tempo pada jendela yang muncul
- Isi Tanggal Invoice. Nomor Invoice terisi otomatis (mode Otomatis) atau Anda ketik sendiri (mode Manual)
- Pilih Pelanggan lewat tombol cari — nama terisi otomatis, dan opsi pajak menyesuaikan profil pelanggan
- Untuk penjualan lokal, isi Surat Jalan/BAST bila ada (input nomor & tanggal pengiriman)
- Tambahkan produk: nama, jumlah, satuan, harga, diskon, peruntukan project bila perlu, dan COA Produk (akun pendapatan) — pilih dari daftar akun lewat tombol cari
- Atur pajak: Jenis PPN & Perlakuan PPN (untuk lokal), serta Jenis PPh bila ada jasa
- (Hanya di Tahun Lampau / Data Awal) Isi Nomor Faktur Pajak bila invoice ber-PPN
- Untuk ekspor: pilih Mata Uang (kurs terisi otomatis)
- Lengkapi Jatuh Tempo, Sarana Pembayaran (jika Tunai), dan Catatan (wajib)
- Klik Hitung untuk melihat ringkasan pajak & total, lalu Simpan
Tombol Simpan baru aktif setelah Anda menekan Hitung — ini memastikan angka pajak & total sudah dikonfirmasi. Saat disimpan, invoice belum berjurnal (lihat 6.5).
Langkah 7 hanya muncul di Tahun Lampau. Di tahun berjalan, Nomor Faktur Pajak diisi belakangan lewat Dorong ke Jurnal (6.5) — karena nomornya biasanya baru Anda terima setelah invoice dibuat. Invoice Tahun Lampau adalah data historis yang faktur pajaknya sudah pasti ada, dan tidak melewati langkah Dorong sama sekali.
6.3 Mengedit Invoice
- Pada baris invoice, gunakan menu aksi (⋮) → Edit
- Ubah data yang diperlukan, tekan Hitung, lalu Update
Invoice hanya bisa diedit selama belum ada penerimaan pembayaran yang merujuknya. Jika diedit setelah pernah didorong, jurnalnya otomatis dilepas dan Nomor Faktur Pajak dikosongkan — Anda perlu mendorong ulang.
Di Tahun Lampau (Data Awal) tidak begitu: karena tidak ada jurnal dan tidak ada langkah Dorong, Nomor Faktur Pajak yang sudah Anda isi tetap tersimpan saat invoice diedit.
6.4 Menghapus Invoice
- Gunakan menu aksi (⋮) pada baris invoice → Hapus
- Konfirmasi. Jurnal yang terbentuk (bila ada) ikut terhapus
6.5 Menerbitkan Jurnal — Dorong ke Jurnal
- Pada baris invoice yang belum berjurnal, gunakan menu aksi (⋮) → Dorong ke Jurnal
- Masukkan Nomor Faktur Pajak (wajib bila invoice ber-PPN)
- Konfirmasi — Booku menerbitkan jurnal akuntansi dari invoice tersebut
Baris invoice yang belum didorong tampil lebih redup di daftar, sehingga mudah dibedakan dari yang sudah berjurnal.
6.6 Membatalkan Jurnal — Batal Dorong
Gunakan menu aksi (⋮) → Batal Dorong untuk menghapus jurnal dan mengembalikan invoice ke status belum-berjurnal. Hanya tersedia bila belum ada penerimaan pembayaran atas invoice tersebut.
6.7 Melihat Jurnal
Gunakan menu aksi (⋮) → Lihat Jurnal untuk menampilkan jurnal akuntansi yang dibuat sistem dari invoice tersebut.
6.8 Membuat Invoice Termin (Pembayaran Bertahap)
Untuk menagih satu pesanan (PO) secara bertahap:
- Pada tab Invoice Penjualan, pilih mode Dengan PO → Termin, lalu klik Tambah.
- Di bagian Termin — Pilih PO, klik tombol cari, lalu pilih PO dari daftar (hanya PO bermetode Termin yang belum selesai yang muncul). Nomor PO tidak diketik manual.
- Booku otomatis menentukan tahap berikutnya (Uang Muka → Termin → Pelunasan) dan mengisi produk, pelanggan, serta persentase tahap dari PO.
- Klik Hitung — ringkasan menampilkan nilai porsi tahap ini (mis. 30% uang muka). Lalu Simpan.
- Terbitkan jurnal lewat Dorong ke Jurnal seperti biasa. Ulangi untuk tahap berikutnya hingga Pelunasan.
Pada tahap uang muka & termin, penerimaan dicatat sebagai uang muka (pendapatan belum diakui). Saat Pelunasan, pendapatan diakui penuh dan uang muka ditutup otomatis — Anda tidak perlu menghitung sendiri.
6.9 Mencetak Invoice
- Pada baris invoice, gunakan menu aksi (⋮) → Lihat
- Klik tombol Cetak (di sebelah kiri tombol Tutup)
- Pratinjau dokumen tampil lebih dulu — periksa isinya, lalu cetak dari sana
Dokumen yang tercetak memuat: identitas perusahaan Anda, data pelanggan beserta alamatnya, rincian produk, rincian pajak, Total Tagihan beserta nilai terbilang, catatan, dan kolom tanda tangan Direktur. Untuk invoice bertahap, tahap termin dan akumulasi uang muka ikut ditampilkan.
Isi dokumen menyesuaikan jenis penjualannya:
| Penjualan Lokal | Penjualan Ekspor | |
|---|---|---|
| Bahasa dokumen | Bahasa Indonesia | Bahasa Inggris (termasuk nilai terbilang) |
| Mata Uang | tidak ditampilkan (selalu Rupiah) | ditampilkan |
| DPP / PPN / PPh | ditampilkan bila ada nilainya | tidak ditampilkan |
| Dokumen pengiriman | Nomor & Tgl. SJ/BAST | B/L or AWB |
Nomor PO ikut tercetak bila invoice berasal dari pesanan (PO); untuk invoice tanpa PO barisnya tidak muncul.
Angka yang tercetak adalah nilai yang tersimpan — sama persis dengan yang tercatat di pembukuan.
7. Penjelasan Field/Input
7.1 Data Tagihan (Panel Kiri)
| Field | Kegunaan | Wajib? | Catatan |
|---|---|---|---|
| Nomor Invoice | Identitas tagihan | ✅ | Otomatis (terisi sendiri) atau Manual (dicek agar tidak kembar) |
| Tanggal Invoice | Tanggal tagihan | ✅ | Mengikuti tahun buku aktif |
| Kode/Nama Pelanggan | Customer | ✅ | Dipilih lewat tombol cari |
| Surat Jalan/BAST | Dokumen pengiriman/serah terima | — | Untuk penjualan lokal |
| Jenis PPN | Exclude / Include / Non PPN | — | Opsi menyesuaikan status PKP perusahaan Anda (bukan pelanggan); terbuka bila perusahaan PKP |
| Perlakuan PPN | Dibayar / Dipungut / Tidak Dipungut / Ditanggung | ✅ (bila ada PPN) | Wajib dipilih saat ada PPN (tidak terisi otomatis); mis. Dipungut untuk instansi pemerintah |
| Nomor Faktur Pajak | Nomor faktur pajak keluaran | ✅ (bila ada PPN) | Hanya muncul di Tahun Lampau (Data Awal) — di tahun berjalan diisi saat Dorong ke Jurnal, bukan di form ini |
| Mata Uang & Kurs | Untuk penjualan ekspor | ✅ (ekspor) | Kurs terisi otomatis |
| Jatuh Tempo | Batas pelunasan (Hari atau Tanggal) | ✅ | Pilih salah satu |
| Sarana Pembayaran | Bank/Kas tempat dana diterima | ✅ (jika Tunai) | |
| Catatan | Keterangan invoice (jadi uraian jurnal) | ✅ |
7.2 Daftar Produk (Panel Kanan)
| Field | Kegunaan | Wajib? |
|---|---|---|
| Nama Produk | Nama barang/jasa | ✅ |
| Jumlah (Qty) & Satuan | Banyaknya | ✅ |
| Harga Satuan | Harga per unit | ✅ |
| Diskon (%) | Potongan per item | — |
| Peruntukan / Kode Project | Bila penjualan untuk proyek tertentu | — |
| COA Produk (akun pendapatan) | Akun tempat pendapatan baris ini dicatat — pilih lewat tombol cari daftar akun. Daftar hanya menampilkan akun pendapatan | ✅ (bila kolomnya muncul — lihat §10) |
7.3 Ringkasan (Otomatis, setelah klik Hitung)
DPP, PPN, PPh (Terutang/Dipotong), Total Tagihan, dan Jumlah Piutang Usaha (untuk Tempo) — semuanya dihitung sistem. Untuk ekspor, ditampilkan juga nilai dalam Rupiah.
8. Cara Kerja di Balik Layar
Saat invoice disimpan, Booku menghitung ulang seluruh pajak dan total dari produk yang Anda masukkan — tetapi belum membuat jurnal. Jurnal akuntansi baru dibuat saat Anda menekan Dorong ke Jurnal dan memasukkan Nomor Faktur Pajak:
- Tunai → mencatat Bank/Kas di sisi debet; Pendapatan Penjualan + PPN Keluaran di sisi kredit; PPh yang dipotong pelanggan dicatat sebagai PPh Dibayar Dimuka.
- Tempo → mencatat Piutang Usaha di sisi debet; Pendapatan Penjualan + PPN Keluaran di sisi kredit; PPh ditunda sampai pembayaran diterima.
Piutang usaha dari invoice tempo otomatis muncul di Buku Pengawasan Piutang Usaha untuk dipantau dan ditagih. Pada Tahun Lampau (input saldo awal), invoice dicatat tanpa membuat jurnal — hanya untuk membentuk saldo awal piutang.
9. Hubungan dengan Menu Lain
| Menu Terkait | Hubungan |
|---|---|
| Surat Jalan / BAST Penjualan | Bukti barang/jasa yang sudah dikirim/diserahkan, menjadi dasar penagihan |
| Bukti Penerimaan | Tempat mencatat pembayaran masuk atas invoice tempo |
| Piutang Usaha (Buku Pengawasan) | Menampung outstanding piutang dari invoice tempo |
| Bukti Potong PPh | Mencatat bukti potong dari pelanggan atas PPh yang dipotong |
| Data → Lawan Transaksi (Pelanggan) | Sumber pelanggan + profil pajaknya |
10. Catatan & Pitfalls
| Pitfall | Penjelasan |
|---|---|
| Tombol Simpan tidak aktif | Tekan Hitung dulu — Simpan baru terbuka setelah perhitungan dikonfirmasi. |
| Tombol Tambah produk tidak aktif | Pilih Pelanggan dulu sebelum menambahkan produk. |
| Invoice belum punya jurnal | Normal — jurnal baru terbit setelah Dorong ke Jurnal. Baris yang belum didorong tampil lebih redup. |
| Dorong ke Jurnal minta Nomor Faktur Pajak | Untuk invoice ber-PPN, Nomor Faktur Pajak wajib diisi saat mendorong. |
| Invoice tidak bisa diedit/dihapus/batal dorong | Berarti sudah ada penerimaan pembayaran yang merujuknya. |
| Opsi PPN terkunci “Non PPN” | Perusahaan Anda berstatus Non-PKP. Opsi PPN (Exclude/Include) hanya terbuka bila perusahaan Anda PKP — bukan tergantung status pelanggan. |
| Tombol Hitung tidak berfungsi | Lengkapi dulu: Tanggal Invoice, Pelanggan, minimal 1 Produk, Jenis PPN, dan Perlakuan PPN (bila ada PPN). Salah satu kosong → muncul peringatan. |
| Perlakuan PPN wajib dipilih | Saat Jenis PPN = Exclude/Include, Perlakuan PPN tidak terisi otomatis — Anda harus memilih (Dibayar/Dipungut/Tidak Dipungut/Ditanggung). |
| Ringkasan perhitungan tiba-tiba hilang | Normal — bar ringkasan sengaja disembunyikan saat Anda mengubah data utama (Tanggal, Pelanggan, Jenis/Perlakuan PPN, atau daftar produk), karena hasil lama jadi usang. Klik Hitung lagi untuk memunculkannya. Mengedit kolom di dalam bar (mis. Biaya Transportasi, Diskon) tidak menyembunyikannya. |
| Catatan wajib diisi | Invoice tidak bisa disimpan tanpa Catatan (dipakai sebagai uraian jurnal). |
| Termin: Nomor PO tidak bisa diketik | Pada mode Termin, klik tombol cari lalu pilih PO dari daftar. Tahap, produk, dan pelanggan terisi otomatis dari PO. |
| Termin: “PO sudah lengkap” | Berarti semua tahap PO itu sudah ditagih. Pilih PO lain. |
| Termin Ekspor: Mata Uang tidak bisa diganti | Disengaja — untuk Invoice Termin, Kode Mata Uang terisi otomatis mengikuti PO/buku pengawasan asalnya dan dikunci ke satu pilihan agar tidak salah pilih. Penjualan Lokal tetap otomatis Rupiah. |
| Dengan PO: PPN & PPh terisi sendiri | Saat menarik PO (Termin) atau memilih Surat Jalan/BAST (Normal), Jenis PPN, Perlakuan PPN, beserta tarifnya, dan PPh ikut terisi otomatis dari PO. Anda masih bisa menyesuaikan secara manual bila perlu. |
| Edit: angka mengikuti data tersimpan | Saat membuka Edit/Lihat, kolom perhitungan menampilkan angka yang tersimpan apa adanya (bukan dihitung ulang). Jadi tarif PPN khusus yang pernah Anda ubah tidak akan berubah sendiri. Untuk menyimpan perubahan, tekan Hitung dulu. |
| Ekspor: rupiah vs mata uang asing | Pada Penjualan Ekspor, harga produk, Total Tagihan, dan Jumlah Piutang ditampilkan dalam mata uang asing (boleh pecahan desimal). Sementara PPN, PPh, Nilai Ekspor, dan Total Tagihan (IDR) selalu dalam Rupiah (bilangan bulat). |
| Ekspor: Insurance & Freight menambah Total | Nilai Insurance dan Freight yang Anda isi akan ditambahkan penuh ke Total Tagihan saat menekan Hitung. |
| Tidak bisa simpan — “COA belum diisi” | Setiap baris produk wajib punya COA Produk (akun pendapatan). Baris yang belum diisi ditandai merah di kolom COA — klik Perbaiki pada baris itu, lalu pilih akun lewat tombol cari. |
| Kolom COA tidak muncul | Wajar pada tiga keadaan: (1) Tahun Buku Lampau (input data awal, tanpa jurnal), (2) tahap termin sebelum Pelunasan — penerimaannya masih uang muka, pendapatan belum diakui, (3) penjualan aset, yang akunnya sudah baku. Pada tahap Pelunasan, kolom COA muncul kembali dan wajib diisi. |
| Produk dari PO / Surat Jalan tapi COA kosong | Normal — PO dan Surat Jalan/BAST tidak menyimpan akun pendapatan. Lengkapi lewat Perbaiki di tiap baris produk. |
| Akun yang dicari tidak ada di daftar | Daftar akun pada kolom COA sengaja dibatasi hanya akun pendapatan. Bila akun pendapatan yang Anda butuhkan memang belum ada, tambahkan dulu lewat menu Data COA. |
| Tombol Cetak tidak terlihat | Tombol Cetak hanya ada saat membuka invoice lewat Lihat — bukan saat Tambah/Edit. Simpan dulu invoice-nya, lalu buka dengan Lihat. |
| Pilihan “Sarana Pembayaran” hilang | Wajar. Filter Sarana Pembayaran otomatis disembunyikan saat Anda memilih Jenis = Tempo, karena invoice tempo memang belum dibayar sehingga tidak punya sarana pembayaran. Pilih Semua atau Tunai untuk memunculkannya kembali. |
| Daftar “Akun” terasa pendek | Daftar Akun hanya memuat akun yang benar-benar dipakai oleh invoice pada tab tersebut — bukan seluruh daftar akun. Kalau akun yang Anda cari tidak muncul, berarti belum ada invoice yang memakainya di tab itu. |
| Total tidak sesuai saat memfilter Akun | Saat memfilter berdasarkan Akun, nilai seperti Jumlah Harga & Total Tagihan tetap ditampilkan utuh per invoice — sebab nilai itu melekat pada invoice, bukan pada masing-masing akun. Jadi bila sebuah invoice memakai beberapa akun, baris TOTAL bisa lebih besar daripada nilai milik akun yang sedang difilter. |
| Invoice lama tiba-tiba minta COA saat diedit | Invoice yang dibuat sebelum aturan ini belum punya akun per baris. Begitu Anda mengeditnya di tahun berjalan, akun wajib dilengkapi dulu sebelum bisa disimpan. |
| Daftar hanya menampilkan invoice tahun berjalan | Disengaja — di Tahun Buku berjalan, daftar Invoice Penjualan hanya memuat invoice tahun itu. Sisa tagihan tahun sebelumnya tetap tersimpan dan dipantau lewat Buku Pengawasan (Piutang Usaha / Penjualan Termin). |
11. FAQ
Q: Kenapa jurnal tidak langsung terbentuk saat saya menyimpan invoice? A: Itu memang dirancang demikian. Invoice Penjualan menunggu Nomor Faktur Pajak Anda. Setelah faktur pajak terbit, gunakan Dorong ke Jurnal agar jurnal akuntansi dibuat.
Q: Saya salah input dan sudah terlanjur mendorong ke jurnal. Bagaimana? A: Gunakan Batal Dorong untuk melepas jurnal, perbaiki invoice, lalu dorong ulang — selama belum ada penerimaan pembayaran.
Q: PPh yang dipotong pelanggan dicatat sebagai apa? A: Sebagai PPh Dibayar Dimuka (kredit pajak), bukan beban — sehingga dapat diperhitungkan kembali di SPT Tahunan.
12. Lihat Juga
| Topik | Dokumen |
|---|---|
| Keunggulan menu ini | Keunggulan Invoice Penjualan |
| PO Penjualan | PO Penjualan |
| Surat Jalan Penjualan | Surat Jalan Penjualan |
| BAST Penjualan | BAST Penjualan |
Terakhir diperbarui: 21-08-2026