Buku Pengawasan Hutang PPh Pasal 23
Halaman ini mencatat semua kewajiban PPh Pasal 23 perusahaan Anda ke DJP — pajak yang dipotong saat membayar dividen, bunga, royalti, hadiah, sewa, dan jasa ke Badan Dalam Negeri. Tagihan, pembayaran, rekonsiliasi terhadap akun COA, dan Lapor SPT — semuanya dalam satu layar terpadu dengan 6 tab.
1. Identitas Menu
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama Menu | Buku Pengawasan Hutang PPh Pasal 23 |
| Lokasi (Tahun NORMAL) | Sidebar → Buku Pengawasan → Hutang Pajak → PPh Pasal 23 |
| Lokasi (Tahun LAMPAU) | Sidebar → Data Awal → Hutang → Pajak → PPh Pasal 23 |
| Tipe Halaman | List multi-tab (1 tab Ringkasan + 5 tab per Kode Setoran) |
| Mode Pemakaian | Read-only Aggregator (mode NORMAL) + Input/Edit/Hapus (mode LAMPAU) + Bayar + Lapor SPT |
| Fitur | Tambah/Edit/Hapus (LAMPAU), Bayar, Lapor SPT, Lihat Jurnal, Lihat Invoice, Export Excel |
| Filter | Tahun Pajak (default tahun aktif), Masa Pajak (REKAP 12 Bulan / per bulan spesifik) |
2. Deskripsi Singkat
PPh Pasal 23 adalah pajak yang dipotong perusahaan saat membayar penghasilan tertentu ke Badan Dalam Negeri (PT, CV, koperasi, dll. — bukan Orang Pribadi, bukan Luar Negeri). Lima kategori objek pajak masing-masing punya kode setoran berbeda di DJP:
| Kode | Objek Pajak | Tarif Umum |
|---|---|---|
| 100 | Dividen ke Badan Dalam Negeri | 15% |
| 101 | Bunga (selain bunga deposito/tabungan) | 15% |
| 102 | Royalti | 15% |
| 103 | Hadiah & Penghargaan (untuk Badan) | 15% |
| 104 | Sewa & Jasa (sewa selain tanah/bangunan, jasa teknik, manajemen, konsultan, dll.) | 2% |
Halaman ini menyatukan tracking kelima kode dalam 6 tab: tab Ringkasan (overview total) + 5 tab Kode (detail per kategori). Setiap tab Kode merekonsiliasi tagihan vs pembayaran terhadap akun COA spesifik untuk kategori pajak tsb.
3. Sekilas Keunggulan
Apa yang membuat menu ini istimewa di Booku:
- Tagihan ter-aggregate otomatis dari Bukti Pengeluaran yang sudah Anda input — DPP juga ter-hitung sendiri dari Invoice Pembelian terkait.
- 5 akun COA terpisah per kode setoran — rekonsiliasi granular per kategori pajak (Dividen / Bunga / Royalti / Hadiah / Sewa & Jasa).
- Bar Saldo Rekonsiliasi full functional di kedua mode (LAMPAU + NORMAL) — Selisih List vs COA langsung kelihatan.
- Lapor SPT 1-bulan-1-form sesuai pelaporan DJP (gabung 5 kode), dengan auto-tag Tepat Waktu / Terlambat.
- Pembayaran lintas tahun ter-track otomatis — pembayaran tahun ini untuk tagihan tahun lalu tetap muncul.
📖 Detail lengkap:
Keunggulan Hutang PPh Pasal 23 di Booku
4. Kegunaan
Anda perlu pakai menu ini ketika:
| Kapan | Untuk Apa |
|---|---|
| Bulanan setelah input pembayaran ke supplier/vendor Badan Dalam Negeri | Lihat agregat tagihan PPh 23 per kode setoran yang ter-aggregate otomatis dari Bukti Pengeluaran |
| Sebelum bayar PPh 23 ke DJP | Cek sisa hutang per kode di tabel utama, lalu bayar dari menu titik tiga (⋮) |
| Setelah membayar PPh 23 ke kas negara | Catat bukti pembayaran via tombol Bayar (form Bukti Pengeluaran sudah preset DJP + Nomor BPHP) |
| Setelah lapor SPT Masa PPh 23 ke DJP | Catat tanggal lapor & status (Nihil / Pembayaran) di section Lapor SPT — auto-tag TW/TL |
| Saat audit / SP2DK | Rekonsiliasi otomatis terlihat di Bar Saldo per kode — Selisih warna oranye = perlu investigasi |
| Tahun Buku Lampau / Data Awal | Input saldo awal historis untuk tiap kode lewat tombol Tambah |
5. Pra-syarat
Sebelum memakai menu ini, pastikan:
| Pra-syarat | Penjelasan |
|---|---|
| Tahun Buku Aktif sudah dipilih | Menu ini bekerja per tahun buku — pilih tahun di Header dulu |
| Chart of Account (COA) PPh 23 sudah ada | 5 akun terpisah, satu per kode setoran (100/101/102/103/104) — biasanya sudah di-setup saat registrasi |
| Transaksi sumber sudah di-input dengan benar (mode NORMAL) | Bukti Pengeluaran terkait sudah di-tag Jenis_Pajak = PPh Pasal 23 dengan Kode Setoran yang sesuai. Invoice Pembelian asal punya Tarif PPh yang benar |
6. Cara Mengoperasikan
6.1 Membuka Halaman & Navigasi Tab
- Buka menu PPh Pasal 23 dari sidebar.
- Default tab terbuka: Ringkasan — menampilkan total gabungan 5 kode + tabel Lapor SPT. Card ringkasan saldo per kode + total ada di bawah tabel.
- Klik tab Kode 100 / 101 / 102 / 103 / 104 untuk drill-down ke detail per kategori pajak.
6.2 Lihat Tagihan & Rekonsiliasi (mode NORMAL — read-only aggregator)
- Buka salah satu tab Kode (misal Kode 104 — Sewa & Jasa).
- Tabel menampilkan 12 baris bulan dengan kolom Nomor BPHP, Bulan, Jumlah DPP, Jumlah Tagihan (PPh), Jumlah Bayar, Sisa Hutang.
- Bar Saldo di bawah filter menampilkan:
Saldo Awal (List)— sisa hutang yang di-carry-forward dari tahun laluSaldo Awal (COA) + AJP— saldo akun COA Hutang PPh 23 untuk kode tsb + AJP (Adjustment)Selisih— antara List dan COA (warna hijau = cocok, oranye = ada selisih → perlu investigasi)Total Tabel— sum semua sisa hutang di tabel saat ini
- Tagihan muncul otomatis dari Bukti Pengeluaran — Anda tidak input manual di sini di mode NORMAL.
6.3 Bayar PPh 23
- Di tab Kode terkait, cari baris bulan yang punya sisa hutang.
- Klik ⋮ di kolom Aksi → pilih Bayar.
- Drawer Detail terbuka, dan form Bukti Pengeluaran langsung muncul dengan preset:
- Kategori: Pembayaran Hutang
- Peruntukan: Pembayaran Hutang Pajak
- Lawan Transaksi: DJP
- Nomor BP:
BPHP23-{KodeSetoran}-{Tahun}-{Bulan}(otomatis sesuai tab aktif)
- Isi Tanggal Bayar, Sarana Pembayaran (Bank/Cash), Jumlah → Simpan.
- Tabel utama refresh — kolom “Jumlah Bayar” dan “Sisa Hutang” update.
6.4 Input/Edit Data di Tahun Buku LAMPAU (Data Awal)
Mode LAMPAU dipakai untuk input saldo awal historis saat pertama setup Booku.
- Buka menu Data Awal → Hutang → Pajak → PPh Pasal 23.
- Di tab Kode yang sesuai, klik tombol + Tambah di toolbar.
- Modal Input terbuka — pilih dropdown Kode Setoran (5 opsi: 100/101/102/103/104), Masa Pajak, Tanggal Transaksi, Nama Jasa, Supplier, DPP, Jumlah Hutang.
- Klik Simpan. Record disimpan ke tabel hutang pajak.
6.5 Lapor SPT Masa PPh 23
Tombol Lapor aktif setelah hutang bulan itu lunas (Sisa Hutang ≤ 0 untuk total 5 kode).
- Buka drawer detail bulan terkait (double-click baris di salah satu tab Kode).
- Scroll ke section Lapor SPT → klik tombol Lapor.
- Isi Tanggal Lapor + pilih N/P (Nihil / Pembayaran).
- Klik Simpan.
Setelah simpan, tabel Lapor SPT di tab Ringkasan terupdate dengan kolom Tanggal Lapor, TW/TL, dan akumulasi DPP/PPh/Bayar/Sisa lintas 5 kode per bulan.
6.6 Lihat Jurnal & Lihat Invoice
- Lihat Jurnal (di menu ⋮ tabel atau drawer pembayaran) — buka modal jurnal voucher untuk pembayaran terkait.
- Lihat Invoice (di mode Detail per-record) — buka form Invoice Pembelian terkait (read-only) untuk verifikasi sumber tagihan.
6.7 Export ke Excel
- Klik tombol Export di toolbar.
- File Excel akan ter-download dengan data sesuai tab aktif.
7. Penjelasan Field/Input
7.1 Form Tambah/Edit Hutang PPh 23 (mode LAMPAU)
| Field | Kegunaan | Wajib? | Validasi/Catatan |
|---|---|---|---|
| Tahun Pajak | Tahun masa pajak | Ya | Auto-isi dari filter halaman |
| Masa Pajak | Bulan masa pajak (Januari–Desember) | Ya | Pilih dari dropdown |
| Kode Setoran | Kategori pajak: 100/101/102/103/104 | Ya | Pilih dari dropdown 5 opsi |
| Tanggal Transaksi | Tanggal kejadian | Ya | Format DD-MM-YYYY |
| Nomor Invoice | Nomor invoice supplier (kalau ada) | Tidak | Opsional |
| Nama Jasa | Deskripsi jasa/objek transaksi | Tidak | Misal: “Sewa Mesin”, “Konsultan Audit”, “Royalti Software” |
| Supplier / Lawan Transaksi | Penerima pembayaran yang dipotong PPh | Tidak | Pilih dari picker Lawan Transaksi |
| DPP | Dasar Pengenaan Pajak (nilai bruto sebelum potong PPh) | Ya | Format Rupiah |
| Jumlah Hutang (PPh Terutang) | Nominal PPh 23 yang dipotong | Ya | Harus > 0 |
| Keterangan | Catatan tambahan | Tidak | Opsional |
7.2 Form Lapor SPT
| Field | Kegunaan | Wajib? | Validasi/Catatan |
|---|---|---|---|
| Tanggal Lapor | Tanggal SPT Masa disampaikan ke DJP | Ya | Format DD-MM-YYYY. TW/TL dihitung otomatis (deadline = akhir bulan setelah masa pajak) |
| N/P | Status SPT | Ya | ”N” = Nihil atau “P” = Pembayaran/Pembetulan |
8. Cara Kerja di Balik Layar
Mode NORMAL — Tagihan otomatis:
- Tagihan PPh di-aggregate real-time dari Bukti Pengeluaran yang ter-tag
Jenis_Pajak = PPh Pasal 23dengan Kode Setoran 100/101/102/103/104, di-join dengan Invoice Pembelian untuk derive DPP. Anda input pembayaran ke supplier di menu Bukti Pengeluaran, tagihan PPh 23 muncul otomatis di sini.
Mode LAMPAU — Input manual:
- Anda input langsung saldo akhir historis lewat form di setiap tab Kode. Disimpan di tabel hutang pajak dengan discriminator Kode Setoran.
Bar Saldo Rekonsiliasi:
- Sisi List: total sisa hutang di tabel (12 bulan + Ketetapan).
- Sisi COA: query langsung saldo akun COA spesifik per kode setoran (5 akun terpisah) — termasuk AJP di mode NORMAL.
- Selisih dihitung real-time; warna oranye saat tidak match menandakan ada masalah posting/input.
Jurnal otomatis tidak dibuat di modul ini — jurnal sudah di-generate di transaksi sumber (Bukti Pengeluaran saat bayar supplier). Menu PPh 23 hanya view + tracking + rekonsiliasi.
Cross-Year Payment Tracking:
- Pembayaran tahun N untuk tagihan tahun N-1 tetap ter-aggregate dengan benar — backend lakukan loop database lintas tahun.
Lapor SPT:
- 1 form SPT mewakili total 5 kode untuk bulan tsb (sesuai SPT Masa Unifikasi DJP).
- TW/TL dihitung on-demand dari Tanggal Lapor vs deadline.
9. Hubungan dengan Menu Lain
| Menu Terkait | Hubungan |
|---|---|
| Bukti Pengeluaran (Bank/Cash) | Saat Anda input pembayaran ke supplier/vendor Badan Dalam Negeri dengan tag PPh 23, tagihan muncul otomatis di tab Kode terkait. Saat klik Bayar PPh, form Bukti Pengeluaran terbuka preset DJP |
| Invoice Pembelian | DPP & Tarif PPh di-derive dari Invoice Pembelian terkait. Tombol Lihat Invoice di mode Detail per-record buka invoice asli |
| Jurnal Umum | Jurnal otomatis hasil pembayaran muncul di sini, bisa di-cek via tombol Lihat Jurnal |
| Ketetapan Pajak | Surat ketetapan dari DJP untuk PPh 23 di-input via menu Ketetapan Pajak terpisah, lalu di-agregat ke section khusus di tab Ringkasan |
| Buku Besar | Mutasi 5 akun COA Hutang PPh 23 terlihat di Buku Besar masing-masing akun |
| Pelaporan Pajak (SPT) | Record SPT yang Anda input via tombol Lapor disimpan di tabel pelaporan pajak shared (sama dengan PPh 21, 25, 26, 4(2), PPN) |
10. Catatan & Pitfalls
| Pitfall | Solusi / Penjelasan |
|---|---|
| Tagihan PPh 23 tidak muncul padahal sudah bayar supplier | Cek tag Bukti Pengeluaran — pastikan Jenis_Pajak = PPh Pasal 23 dengan Kode Setoran yang sesuai. Tag ini biasanya di-isi otomatis dari Invoice Pembelian; kalau invoice tidak di-tag dengan benar, tagihan PPh tidak terbentuk |
| DPP di tabel tidak akurat | Cek Tarif PPh di Invoice Pembelian terkait — DPP di-derive dari rumus PPh / (Tarif PPh / 100). Kalau tarif 0 atau salah, DPP tidak akurat |
| Selisih Bar Saldo warna oranye | Berarti angka di sisi List dan sisi COA tidak match — bisa karena: (a) posting belum tuntas, (b) ada AJP yang belum di-input, (c) Invoice asal punya tarif berbeda dari posting. Telusuri di mode Detail per-record |
| Saldo Awal (List) NORMAL = tunggakan yang masih menggantung | Setiap Tutup Buku, sisa hutang PPh yang belum disetor otomatis dibawa ke tahun berikutnya sebagai Saldo Awal (List). Nilainya mencerminkan tunggakan dari tahun-tahun sebelumnya yang belum lunas — tampil 0 hanya jika semua sudah dibayar. |
| Tab Ringkasan card saldo posisinya di bawah tabel | Sengaja. Card ringkasan saldo berperan sebagai summary/closing di akhir halaman |
| Tombol “Sesuaikan” belum tersedia | Walau Selisih saldo sudah dihitung real, tombol untuk membuat jurnal Adjustment otomatis belum aktif. Sementara: koreksi selisih dilakukan manual via menu Jurnal Umum |
| Bar Saldo tidak muncul di mode “Bulan Spesifik” | Sengaja. Rekonsiliasi hanya bermakna untuk view 12-bulan agregat di mode REKAP |
| Tab Ringkasan tidak punya Bar Saldo | Sengaja. Rekonsiliasi dilakukan per kode (per akun COA), bukan agregat |
| Tombol Hapus disabled meski Anda punya akses Edit | Permission Hapus di seluruh Buku Pengawasan Hutang Pajak dibatasi untuk user level Direktur ke atas. Kalau Anda level di bawah Direktur, tombol Hapus tidak muncul di context menu. |
12. Lihat Juga
| Topik | Dokumen |
|---|---|
| Keunggulan menu ini | Keunggulan Hutang PPh Pasal 23 |
| Hutang PPh Pasal 21 | Hutang PPh Pasal 21 |
| Hutang PPh Pasal 25 | Hutang PPh Pasal 25 |
| Hutang PPh Pasal 26 | Hutang PPh Pasal 26 |
| Hutang PPh Pasal 4(2) | Hutang PPh Pasal 4(2) |
| Ketetapan Pajak | Ketetapan Pajak |
Terakhir diperbarui: 08-06-2026